Kamis, 22 September 2011

You Are What You Think



            Selama ini, mungkin kita tidak menyadari bahwa kita telah membentuk suatu pandangan tentang diri kita sendiri...
Mungkin secara umum itu baik, mungkin juga buruk.
Itu adalah konsep tentang diri kita, bagaimana kita memandang diri kita serta persepsi orang lain tentang diri kita sendiri......
Ada orang yang seringkali merasa sebagai seorang yang ”bodoh”, ”selalu gagal”, ”tidak punya keahlian”, dan sebagainya....
Patut dilihat, apa yang terjadi dengan konsep dirinya?
            Mungkin selama ini, tuntutan lingkungan terlalu besar dibandingkan kemampuan yang ia miliki pada kenyataannya.....
Bisa jadi ketika awal perkembangannya ia dibesarkan dalam keluarga yang berapresiasi negatif terhadapnya....
Atau, ia membangun komunikasi dengan orangtua secara tidak berkualitas.
Misalnya, orang tuanya selalu mengatai-ngatainya dengan hal yang buruk ketika anak melakukan kesalahan sekecil apa pun....
Padahal kata-kata tersebut (misalnya “dasar anak nakal”, “anak bodoh”, dan sebagainya), dapat membentuk suatu konsep yang tertanam dalam diri anak, bahwa dia memang benar-benar anak yang nakal/ bodoh. Sehingga, ia pun berperilaku sesuai dengan konsep yang dimilikinya.
            Ketika beranjak dewasa, diawali dengan pencarian jati diri, konsep itu semakin kuat atau mungkin lemah dan tergantikan seiring dengan pengalaman yang bertambah. Interaksi dengan orang lain bisa mempengaruhi konsep diri yang dimiliki. Ketika seorang siswa mampu menunjukkan potensinya sehingga ia dihargai, ia bisa saja mulai memiliki konsep diri yang positif mengenai dirinya. Terlebih lagi, jika sejak kecil ia berada pada lingkungan yang menunjangnya untuk membentuk konsep diri yang positif.
            Coba lihat diri kita dan renungi lagi.....
Apakah sudah memiliki konsep diri yang positif?
Apakah kita paham apa kelebihan dan kelemahan kita?
Apa kita sudah bisa menerima diri kita apa adanya?
            Ketika kita merasa rendah diri karena tujuan kita tidak tercapai atau tuntutan dari orang tua yang tidak bisa kita penuhi membuat diri kita merasa tidak mampu...
Seringkali kita menyalahkan diri kita sendiri, merasa diri tak bisa apa-apa, apalagi jika sudah membandingkan dengan orang lain...
Padahal, setiap orang diciptakan dengan potensinya masing-masing.....
Mungkin kita bisa mencoba melihat kembali apakah tujuan yang telah kita tetapkan itu realistis atau sesuai dengan kemampuan yang kita miliki?
Jika terlalu jauh idealisme kita dari kenyataan yang ada, maka akan semakin rentan diri kita untuk mengalami kegagalan…..
Wajar saja bercita-cita tinggi, tapi kita harus melihat diri kita apakah kita mampu...?
Selain itu persiapkan diri kita untuk mengalami hal yang terburuk sekalipun.....
Sehingga kita tidak merasa berputus asa....
            Merasa tidak mampu?
Lihat kembali, potensi apa yang kita miliki. Tanya pada orang tua kita, teman-teman yang memahami kita.
Pasti ada kemampuan yang kita miliki...
            Seorang yang memiliki konsep diri positif akan mampu menerima dan memahami dirinya dengan baik. Kegagalan yang dialaminya tidak dimaknai sebagai kegagalan atau ketidakmampuan, tapi ia akan memandangnya sebagai sesuatu yang memacunya untuk menjadi lebih baik lagi.....
            Sedangkan orang yang memiliki konsep diri yang negatif merasa tidak memahami dirinya, dan bahwa dirinya tidak mampu dan rendah diri. Seringkali ia berpikir ”ah, saya tidak akan mampu”, ”saya tidak disukai banyak orang”, ”saya jelek”, dan sebagainya......
            Mungkin ia mesti coba untuk berpikir positif dan selalu berprasangka baik. Ketika kita berprasangka baik, maka kita akan berusaha untuk mencapai prasangka baik tersebut pada kenyataan. Tapi jika kita berprasangka buruk sebelum melakukan/ menghadapi  sesuatu, maka kita sudah lemah pada awalnya dan tidak terpacu untuk bisa mencapai hal yang baik.......
Ingatlah, untuk selalu berprasangka baik.
Meskipun tidak mudah (bagi yang selalu berprasangka buruk), tapi kita harus mencoba.....
Pikiran yang positif akan membuka hati kita pada berbagai hikmah......
Semoga Allah selalu menuntun kita untuk senantiasa berprasangka baik......

Rasul bersabda:
Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, Aku bersamanya (dengan ilmu dan rahmat) bila dia ingat Aku. Jika dia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Jika dia menyebut nama-Ku dalam suatu perkumpulan, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih baik dari mereka. Bila dia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika dia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika dia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat”.  (HR. At-Tirmidzi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar