Jumat, 26 Agustus 2011

Peak Experience


Setiap orang bisa saja mengalami peak experience yang mungkin tidak dialami oleh kebanyakan orang.......
            Ketika shalat dengan khusyu’nya, seorang muslim tentu mengalami pengalaman puncak karena berkomunikasi langsung dengan Rabbnya....
Pengalaman itu, tentu tak bisa dilukiskan dengan kata-kata......
Tapi itu semua tentu tidak dicapai tanpa usaha,,keimanan yang tumbuh di dalam hati, kerinduan akan pertemuan denganNya membuat seseorang mengalami itu semua.....
            Seorang yang berhati bersih, memiliki kepekaan yang kuat, sehingga ia mampu mengambil keputusan dengan cepat dan tepat ketika dihadapkan pada beberapa pilihan hidup......
            Indah ya kalau dalam setiap kehidupan kita bisa ikhlas, dalam setiap shalat kita bisa khusyu’....tentu shalat sebagai pencegah seseorang untuk berbuat kemungkaran akan selalu terwujud.....
            Apakah kita harus menjadi seseorang yang bisa mengaktualisasikan diri kita sepenuhnya sehingga kita mengalami pengalaman puncak?
Itu semua berkat hidayahNya,,,menurut cha untuk alami itu butuh proses yang mungkin memakan waktu yang tidak sedikit.....
Ketika cha berpikir untuk menggunakan kerudung,,,tidak langsung pada waktu itu cha menggunakannya....
Ada saja alasan untuk tidak dulu lah memakai itu...
Tunggu cha siap,,,
Seorang teman bertanya ”kalau menunggu siap, kapan akan siap?”
Iya,,kapan ya......
Baru sekitar 1-2 tahun kemudian cha pakai kerudung...mencoba menutup aurat sesempurna mungkin.....meskipun masih berproses menuju sempurna...
Ya,,,sekarang ini masih banyak kekurangan di sana sini.....
Beberapa detik sebelum cha memutuskan untuk menutup aurat,,,cha diarahkan oleh Allah untuk membuka lembaran hadits tentang perempuan-perempuan tercela dan ketika membaca itu,,hati dan pikiran cha berkata ”ya!!!harus sekarang, harus sekarang!!”.
Subhanallah,,setelah memutuskannya, hati cha tenang....
Cha merasa aman, ya,,meskipun ada saja orang-orang iseng yang mengganggu di jalanan...
Tapi semakin banyak peluang yang terbuka untuk cha bisa memperbaiki diri.....
Kalau dulu naik angkot caheum-ledeng, seringkali jadi yang minoritas...semakin mendekati kampus, penumpangnya semakin banyak yang berjilbab.....
”duh...malu....”dalam hati cha,,,karena cha seorang muslim, tapi apa mereka tahu?
Ingin masuk ke suatu majelis ilmu agama,, lagi-lagi segan dan malu karena cha belum berjilbab,,,mau ikut jadi seorang tutor, duh malu,,karena waktu itu cha pacaran.....
            Semuanya berproses........
Perlahan-lahan...lewati gundukan-gundukan,,,hingga sempat terjatuh dan merasa diri sangaat hina.......
Akhirnya sedikit-sedikit ada juga perbaikan dalam diri.....
            Terus berproses,,,hingga cha mati nanti........
            Cha perhatikan, teman-teman mulai banyak yang hijrah,,,mulai memakai jilbab,,,
dan teman-teman itu adalah orang-orang yang taat akan perintahNya....
Contoh kecilnya, mereka tidak pernah meninggalkan shalat lima waktu dan sadar bahwa memakai jilbab itu wajib hukumnya, meskipun mereka (termasuk cha) dulu belum juga mau mengambil keputusan untuk menggunakannya....
Saat keputusan itu diambil, subhanallah,,cha salut sama mereka,,punya niat yang kuat,,,,hanya karena Allah Swt...
Subhanallaah...betapa tampak kasih sayang Allah Swt....
Cha tahu, tidak mudah untuk mengambil keputusan ini, karena pada fitrahnya seorang wanita ingin menunjukkan keindahan dirinya pada orang lain...
Tapi mereka....
Mau menutupi semua itu, hanya karena Allah Swt...
Biasanya rambut mereka tergerai indah,,pakaian yang beraneka model...
hm,,,betapa Allah menciptakan wanita itu dengan rupa yang cantik, tubuh yang indah....
Sekarang, semuanya itu tentu hanya diperuntukkan bagi orang yang berhak...
Senang ya, gak ada laki-laki asing yang bisa melihatnya,,,
Hanya suaminya kelak.......
            Menurut cha...
Untuk mengalami peak experience (jika peak experience yang dimaksud sama dengan yang cha maksud) itu berproses dari penjemputan hidayah....
Seperti kita tahu, hidayah dari Allah itu sebenarnya ada di depan mata kita, bahkan mungkin sudah ada di hati dan pikiran kita...
Hanya saja, terkadang kita enggan menjemputnya...
Pernah gak,,,merasa malas untuk membaca suatu buku tentang agama, karena kita merasa akan tersindir dengan membacanya..
Seperti itulah manusia, ingin mempertahankan dirinya serta tidak mau disalahkan....
Ya....untuk berubah menjadi lebih baik,,,memang tidak mudah...
Kita sering berasionalisasi atas sesuatu yang buruk yang ada pada diri kita.....
Contohnya,,sebenarnya mulut kita gatal ingin membicarakan keburukan orang lain atau gosip-gosip terbaru,,,dengan dalih mencari solusi,,akhirnya...panjang lebar, sampai puas kita bicarakan orang itu dengan segala keburukannya....
Hmm....syetan selalu menyusup ke hati manusia dengan berbagai cara.......
Bicara tentang syetan,,
Di bulan ramadhan ini, syetan kan dibelenggu...
Tapi kenapa ya tetap saja ada kejahatan,,hal kecil saja misalnya, kita tetap kurang bisa mengontrol emosi.....
Dorongan untuk marah pun awalnya dari bisikan syetan...
Ternyata selama 11 bulan ini hati dan pikiran kita selalu dipengaruhi oleh bisikan syetan hingga semuanya berbekas dan meninggalkan jejak di hati kita.....
Fiuh,,,,begitulah anak adam akan selalu dibisikkan hal-hal yang keji oleh syetan,,,sampai ia terjerumus, kecuali orang-orang tertentu,,orang-orang yang senantiasa taat kepada Allah Swt.......

Journey of Life


            Setiap hari kulewati jalan yang hampir sama, tapi berbeda satu sama lain......
Terkadang kulewati jalanan lurus tak berbatu dan kunikmati pemandangan di sekitarnya....
Kali lain jalanan yang harus kulalui adalah jalan berlubang yang harus ditapaki dengan hati-hati, sekali ku terjatuh,, bisa saja terluka dan akan sulit lalui jalan berikutnya....
Lain lagi ketika pulang, ku harus langkahkan kaki pada jalan mendaki dan berkelok....
Andai ku tak tahu arah, ku pasti tersesat......
Selama melalui semuanya, terkadang kutemui suasana sepi,
Hanya angin semilir yang tiupkan asmaNya,,,
Daun-daun bergemerisik menemani sambil menyanyikan lagu alam….
Semua bertasbih memujaNya….
            Suatu hari, jalanan itu penuh dengan orang-orang yang berlalu lalang,,,
Ada yang menghampiri dan mengajakku untuk sampai ke tujuan dengan cepat, tapi ada yang sekadar lewat tanpa peduli....
Namun, yang paling baik adalah sahabat yang tunjukkan jalan ketika ku mulai bingung akan arah....
            Dalam hati, aku mungkin sering mengeluh,,,tapi keluhan itu hanya menambah lelah,,,,dan memang tak seharusnya seperti itu....karena kekuatan ini pun hakikatnya hanya milik Allah Swt semata....
            Meski jalan yang ditempuh tak selalu mudah, tapi ku berharap selalu ada pada jalan yang benar,,jalan menuju pulang tuk berjumpa denganNya.......