(Ditulis 13 Juli 2017)
Sepulangnya dari mudik yang cukup lama.
Selalu saja menyisakan "rasa".
Rasa rindu yang indah sampai2 ingin sekali kembali sekejap saja ke masa itu.
Masa2 ketika diri ini selalu diurus oleh Bunda, dimanjakan oleh Ayah.
Penuh kasih sayang dari keduanya tanpa mencemaskan apa pun juga.
Masa2 ketika menantikan Ayah pulang bekerja, berebut bercerita dengan 4 saudara yg amat kucinta.
Suasana rumah yang ramai, terkadang ada pertengkaran sesama saudara lalu berakhir dengan perdamaian.
Bagaimana cemas menanti Ibunda pulang bahkan sampai menunggu di pinggir sungai dekat rumah.
Ah..
Rindunya...
Tersadar oleh lamunan, kutatap anak2 yang sedang lelap.
Mungkin kelak...
Jika Allah swt izinkan.
Aku juga akan sampai pada masa yang mungkin sekarang dirasakan ayah bunda.
Kesepian...
Menanti anak2 pulang.
Moment mudik lebaran jd penuh pengharapan.
Ketika anak2 sudah sibuk dengan kehidupannya masing2.
Maka masa2 ini akan amat dirindukan.
Ketika solat sulit untuk khusu karena anak yang satu sibuk bercanda dan yang lainnya menangis minta perhatian.
Ketika rumah tak bisa rapi, pergi ke manapun ada yang membuntuti, bahkan tidur tak bisa nyenyak lagi.
Rasa rindu ini adalah pengingat diri dari Allah subhanahu wata'ala.
Agar hidup tak sekadar memutar memori tapi harus terus mendekatkan diri
Pada Sang Ilahi...
Ketika tak banyak yg bisa dilakukan untuk memberikan bakti
Maka sebaik2nya adalah berusaha menjadi anak yang shalih yang selalu mendoakan Ayah Bunda terkasih.
Semoga kelak Allah swt ridhai agar semua berkumpul kembali dalam surgaNya nan abadi....
#edisijetlag #padahaldeket
--------------------------
Teriring doa untuk saudara2ku yang sedang dalam penantian, agar Allah swt mudahkan jalannya menjemput pasangan.
Yang menanti buah hati, Allah swt perkenankan melahirkan generasi.
Yang berduka karena kehilangan, semoga Allah swt kuatkan dan ringankan rasa dukanya.
Sungguh, nikmat iman dan islam jualah yang kan kuatkan diri agar selalu semangat berikhtiar dan bertawakkal padaNya.
Semua pun atas rahmat dan karuniaNya.
Semoga Allah swt selalu berikan nikmat ini hingga akhir hayat nanti.
Aamiin.
Jumat, 13 Juli 2018
Ketika Anak Belajar Puasa
(Ditulis 21 Juni 2016)
Tahun lalu, Dzikri mulai belajar puasa di usianya yang ke-5...
Diawali dari pengenalan bulan Ramadhan dan bagaimana umat muslim berpuasa. Dzikri semangat ingin mencoba...
Coba ikuti tips dari Ustadzah Poppy...
1. Diawali dengan tidak berbohong. Misalnya dengan mengatakan sarapan pagi sebagai sahur.
2. Ajak anak makan sahur agar ikut mendapatkan keberkahannya.
3. Tanamkan kisah Rasulullah saw dan para sahabat.
4. Menghibur anak ketika merasa lapar dengan memberi/ membuatkannya mainan seperti yang dilakukan para Sahabat Rasulullah saw.
Alhamdulillah. .. bisa full 8 hari...
Biasanya batal karena haus setelah main dan berlari2, juga karena lelah di perjalanan (waktu itu ikut sanlat yang lokasinya cukup jauh, harus naik angkot, kereta dan bajaj).
Awal2 puasa pun kalau sudah jam 10 pagi mulai uring2an karena lapar dan haus. Biasanya dilihat dulu kondisinya, kalau masih kuat maka coba dialihkan dengan mengajak bermain dan diceritakan kisah para sahabat yang gigih dalam berpuasa karena ingin disayang Allah swt. Bahkan anak2nya pun ikut berpuasa. Alhamdulillah cukup berhasil untuk bertahan hingga dzuhur.
Kalau dzuhur sudah berbuka, biasanya diberi waktu untuk makan dan minum karena setelah itu Dzikri diajak untuk berpuasa lagi hingga maghrib.
Paling semangat kalau sudah adzan... Nanti Dzikri akan menempelkan stiker di kalender Ramadhanku pertanda 1 hari telah berlalu....
Tahun ini...
Alhamdulillah. ..
Atas kesadaran, kemauan dan semangatnya sendiri Dzikri berpuasa hingga full sampai maghrib. Meski di hadapannya ada teman atau saudara yang tidak berpuasa, alhamdulillah Dzikri tidak tergoda. Sudah bisa menahan diri untuk tidak bermain atau berlari2 sehingga membuatnya kehausan...
Hanya sajaa...
Sejak sabtu, Dzikri sakit.
Awalnya tetap memaksa untuk berpuasa...
Bunda : "Dzikri, g usah puasa ya.. ayo makan terus minum yang banyak, kan dzikri lagi demam"
Dzikri : "engga, Dzikri lagi puasa"
Bunda : "tapi kan Dzikri lagi sakit... Kalau sakit, gak apa2 g puasa. Allah kasih keringanan, ruksoh namanya. Untuk yang sakit, boleh g berpuasa, nanti bisa dibayar hutang puasanya. Tapi Dzikri g bayar juga gak apa2 kan belum wajib"
Dzikri : "ada di al Quran ya bun?"
Bunda: "iya, ada"
Dzikri : "ya udah, nanti Dzuhur Dzikri buka puasa. Nanti bulan syawal Dzikri bayar hutang terus sahur"
MaSyaAllah..
semangat sehat ya sayang...
Syafakallah...
smoga Allah swt menjadikanmu anak yang shalih..
aamiin...
Besok bunda sahur sendirian deh karena ayah sedang dinas keluar kota....
*anak2 memang berbeda2 dalam hal berpuasa...
ada yg sudah bisa full sejak 4 tahun atau ada yg baru bisa full saat 7 tahun. Terpenting penanaman iman yang kokoh, menjadi PR besar untuk orangtua. Jika iman sudah menancap kuat, maka kelak keimanan itu akan menjaganya agar slalu dalam fitrah kebaikan.
Ah...
masih jauh dari sempurna sebagai orangtua...
tapi harus selalu berusaha...
*jamnya me time emak2 kesepian ^_^*
Langganan:
Postingan (Atom)