Jumat, 26 Februari 2016

Membangun Peradaban Islam dari Rumah ke Sekolah

✨MEMBANGUN PERADABAN ISLAM DARI RUMAH KE SEKOLAH ✨
Oleh : Ust Budi Ashari
Senin, 8 Februari 2016

(Copas, sumber?)

Kebangkitan peradaban Islam yang sudah dijanjikan Rasulullah sejak 15 abad yg lalu BERMULA DARI RUMAH

Selama org tua masih terlalu berharap besar pada sekolah, selama orang tua hanya berpikir sekolah mana yg paling bagus, maka kebangkitan masih jauh..

🏑 Rumah harus memiliki peran yang lebih besar dibanding sekolah..
Di zaman Rasul, rumah adalah sekolah yang lengkap.
Betapa banyak anak yg belajar ilmu tertentu dari Bapaknya, Ibunya, Kakeknya, Pamannya, Kakaknya..

🏫 Sekolah memang memiliki peran yg sgt besar dalam Islam. Dulu, pesantren bisa menggerakkan negara, "on off" nya negara ada di pesantren.. Sekarang??

Artinya, kita saat ini di rumah bermasalah, di sekolah bermasalah.. 😱

Pikirkan, bagaimana pertanggungjawaban kita di hadapan Allah sebagai orang tua kelak? Apakah kita bisa menjawab "sudah saya serahkan ke sekolah ya Allah" ketika diminta pertanggung jawaban tentang anak2 kita..

Ketika terjadi permasalahan pada anak2 kita, dulu narkoba, sekarang LGBT, kita ketakutan..Kalau terjadi pada anak2 kita, mau menyalahkan siapa? menyalahkan sekolah? Yg harus bertanggung jawab pertama adalah ayah ibunya.. 😭

🏠🏠🏠🏠🏠

Ketika kita mau membangun peradaban dari rumah kita, pelajari bagaimana Al Qur'an berbicara tentang rumah,

1. Baytun Ψ¨َيْΨͺٌ (rumah)
memiliki akar kata Ψ¨Ψ§Ψͺ artinya bermalam/menginap.
Rumah harus bisa menjadi tempat menginap/bermalam yang nyaman. Di Al Qur'an malam hari merupakan waktu beristirahat. Rumah harus bisa menjadi tempat beristirahat di malam hari dengan tenang. Kita tak akan nyaman dan tenang menginap di rumah yang penuh pertengkaran.

 2. Maskana Ω…َΨ³ْΩƒَΩ†َ (tempat tinggal)
berasal dari kata sakana, sukun..
Dalam membaca Al Qur'an, huruf sukun artinya huruf yang ditenangkan setelah huruf sebelumnya berbunyi/bergerak..
Sakinah tenang..
Rumah harus menenangkan penghuninya setelah beraktivitas di luar rumah.. Ketika berada di rumah penghuni merasa tenang..

3. Baytullah/Masjid
Terkadang Allah menyebut buyuutin, yg bermakna masjid.. Baytullah, rumah Allah. Harus ada kaitan antara rumah kita dgn rumah Allah..

πŸ‘¨ Qs 4:34 setelah ayat tentang masjid, Allah menyebutkan kata Rijaal, artinya kalau kamu laki2, kamu harus ke masjid..
Rijal tidak bermakna laki-laki saja, tapi juga berasal dari kata rojuulah artinya jantan..
Artinya jika kamu laki2 dan "benar2 laki2" maka ke masjid..
Maka para ayah jangan pernah memberikan anak perempuannya ke laki2 yg tidak ke masjid..

Berikutnya Allah Membahas tentang pekerjaan..
Secara fitrah, laki2 yg menjadi pembicaraan di antaranya adalah pekerjaan..
Kalau ibu2 secara fitrah yg dibicarakan anak2nya..
Ini fitrah yg sering kita lawan..
Maka wanita jangan melawan fitrah itu dengan bekerja keluar meninggalkan anak-anaknya.. Fitrah ibu adalah bersama anak2nya.,

🌟Betapa pentingnya memiliki rumah yang menjadi maskana, tempat sakinah, keamanan, ketenangan..

✨Doa Nabi Ibrahim ketika akan meninggalkan Siti Hajar di Mekkah sangat panjang..
Bekal yg dibawa hanya sekantung air dan sekantung kurma..
Tapi yg pertama diminta adalah tempat tinggal keluarganya sebagai tempat yg aman, nyaman, tenang (Rabbanaj'al haadzal balada aamina).. lalu soal aqidah... baru meminta soal rezeki..

Nyaman itu bukan karena luas, AC, listrik dsb..
Nyaman itu letaknya di hati dan tidak bisa dibeli..

✨Di surat At Tahrim, Asiah istri Fir'aun hidup di istana megah tapi tidak merasa aman, tidak nyaman, tidak selamat. Sehingga meminta dibangunkan rumah di surga.. Karena itu yg tidak diperolehnya di dunia..

🏑3 jenis rumah yang Allah jelaskan di Al Qur'an :

1⃣. Negeri Saba'
Baldatun thoyibatun wa rabbun ghafur --> negeri Saba'.. tidak ada hama, wabah penyakit, dsb

Di Al quran dikisahkan kota yg kebun-kebunnya diserang dgn hama tikus. Kebun yg semula menumbuhkan tanaman dan buah2an yg lezat setelah diserang tetap tumbuh tanaman, tetapi buahnya pahit dan tidak bisa dimakan, hanya untuk memandikan mayat..
Negeri yg tadinya subur, makmur, menjadi hancur..

2⃣. Kaum Tsamud
Qs Al Hijr -> Ashabul Hijr adalah kaum Tsamud..
Rumah2nya sangat megah dgn arsitektur luar biasa tetapi Rasulullah pun tidak mengizinkan ummatnya berlama2 di situ karena bekas tempat adzab..

Rumah mereka dulunya aaminiin, aman, temboknya tebal, sulit ditembus, tapi ternyata rumah mereka adalah kuburan mereka. Karena Allah Mengadzab mereka di dalam rumah mereka..

Rumah yg tidak pernah dibacakan Al Quran di dalamnya adalah seperti kuburan..
Rumah yang seperti kuburan adalah rumah yg digemari setan..
Rasulullah bersabda : "Shalat laki2 yg terbaik di rumahnya, kecuali yg wajib".. "Rumah yg dibacakan Al Baqarah, maka setan lari dari rumah tsb"..
Maka, agar rumah kita tidak seperti kuburan dan digemari setan, perbanyak shalat untuk perempuan, shalat sunnah untuk laki2, dan membaca Al Qur'an..

3⃣. Dua rumah binatang yg bertolak belakang
🐞a. Rumah Laba2
"Org2 yg menjadikan wali2 lain slain Allah seperti laba2 yg membuat rumah, dan rumah yg paling lemah adalah rumah laba2 sekiranya mereka tau."

Fakta ilmiah menunjukkan serat sarang laba2 lebih kuat dan lebih lentur dibandingkan sutra.. Makanya binatang yg tertangkap di sarang laba2 susah lepasnya..
Kalau bahannya kuat kenapa Allah menyebutnya rumah paling lemah?
Karena rumah itu oleh laba2 hanya digunakan sebagai jebakan. Rumah isinya hanya untuk saling menjebak, saling menjerat..

"Laba2 yg membuat rumah" di Al Qur'an menggunakan kata ganti perempuan.. Hasil penelitian membuktikan bahwa yg mengeluarkan serat untuk membangun rumah adalah betina..

Sementara di ayat lain, "perempuan bertanggung jawab atas rumah suaminya". Rumah semestinya milik suami, ada qawwamah, perempuan bertanggung jawab memelihara rumah milik suaminya..

Pada laba2, hilangnya qawwamah karena betina yg membuat rumah.. Betina menjadi angkuh luar biasa. Setelah dibuahi, betina berusaha membunuh jantan.. Karena itu setelah membuahi, jantan secepatnya kabur meninggalkan sarang. Jantan hanya bertugas membuahi..
Rumah menjadi lemah bukan karena fisiknya, tapi karena sistemnya.. Lemah karena hubungan antara anggota keluarganya. Laki2 tdk ada tanggung jawab, yg perempuan angkuh seperti Firaun, anak2 saling berkelahi..
Ketika perempuan yg memimpin tinggal menunggu waktu untuk hancur..

Anak laba2 setelah lahir dibungkus bersama2 di kantung yg sempit. Untuk bisa keluar harus saling membunuh. Yg bisa keluar adalah yg berhasil membunuh saudara2nya.
Kalau anak2 kita hanya sibuk berkelahi tentang makanan dan tempat tinggal, harta benda dan warisan, ini seperti anak laba-laba.

Setelah keluar, laba2 betina juga berusaha membunuh anaknya. Karena masa lalunya buruk, maka setelah anak laba2 besar, sesama saudara akan saling berkelahi, kalau betina akan angkuh seperti ibunya, kalau jantan akan tidak bertanggung jawab seperti bapaknya..

Hilangnya qawwamah laki2 menjadi catatan yg sangat penting..
Pelajari qawwamah laki2 di tafsir 4:34.. bekali anak2 kita ttg qawwamah..

33:37 ttg perceraian org mulia, Zaid dan Zainab, akibat hilangnya qawwamah zaid karena jauhnya perbedaan zaid dan zainab..

🐝b. Rumah Lebah
"Ketika Rabbmu memberikan ilham/wahyu kepada lebah untuk membuat sarangnya"..
Ini adalah contoh rumah yg dibangun dgn bimbingan Allah..
Madu yg kita makan adalah sisa persediaan makanan lebah, sisanya saja sgt bermanfaat..

Hasil dari rumah lebah adalah syifaa-u linnas, bermanfaat untuk manusia..
Hasil dari rumah kita, misalnya anak2 kita, harus menjadi sesuatu yg bermanfaat bagi manusia..

Lebah betina, perannya untuk hamil, melahirkan dan menyusui anak-anaknya.
Di Al Qur'an, 3 poin pada ayat ttg perintah anak yg berbakti adalah hamil, melahirkan, menyusui.. bakti anak ditukar dgn 3 hal luar biasa ini.. Ajarkan pada anak2 perempuan kita betapa mulianya aktivitas2 tersebut di dalam rumah mereka..
Sementara pekerjaan mereka di luar rumah, demi Allah bukan itu kemuliaan mereka..


**********
Wallahu a'lam bish shawab.. Mohon maaf atas kekurangannya πŸ™

26 Februari 2 tahun yang lalu...

Tanggal ini 2 tahun yg lalu....

Entah kenapa pumping asi utk mencapai 100 ml saja butuh perjuangan di pagi ini.
Biasanya amat lancar...

Alhamdulillah, terkumpul 100 ml. Lalu bergegas berangkat ke RS utk menyerahkan asip utk bayi mungilku, Shidqi (6m13d) yg sedang terbaring sakit di picu Hermina Pasteur. Terpaksa ia minum lewat selang ngt. Masuk dari hidung langsung ke tenggorokan...

Seperti 4 hari sebelumnya..
Menunggu di ruang yg tersedia di depan picu...kalau2 ada perkembangan yg akan diberitahukan pihak RS.
Tak bisa selalu ada di sampingnya...

Hari itu terasa sepii sekali...
Menunggu sendirian..
Makan siang dgn gontai ke kantin di samping gedung RS. Sambil mata ini rasanya ingin terus meneteskan air mata.

Teringat Shidqi...
Juga Dzikri yg hampir 5 hari blm bertemu lagi..
Tapi harus tetap semangat berjuang...

Kembali ke ruang tunggu, meriang rasanya...
Sedikit berbaring di kursi sambil berselimut. Rasanya ingiin sekali ada yg menemani...

Tapi aku tetap berusaha agar asi bisa melimpah lagi, minum berliter2 air dan sari kacang hijau, makan sayuran, beli suplemen dan susu.

Menjelang sore, mulai datang saudara dan kerabat yg ingin menjenguk...

Saat itu aku dipanggil ke dalam ruangan picu.
Biasanya utk memompa asi, tapi ternyata tidak untuk kali ini...

Berkali2 dipanggil utk konsultasi dgn dokter, lalu diinformasikan bahwa kondisi Shidqi menurun..
Harus pasang ventilator utk istirahatkan paru2nya...

Panggilan berikutnya, dokter bilang tidak memungkinkan pasang ventilator...

Dan beliau jg sampaikan akan berusaha sebaik2nya..
Saat itu pemandangan di hadapan adl Shidqi yg sedang dikelilingi suster2, salah seorangnya sedang melakukan pijat jantung padanya...

Tak tahan melihatnya..
Aku pun keluar ruangan..

Menelepon suami di jkt yg ternyata hpnya tak bisa dihubungi..
Pun hp rekan kerjanya tdk diangkat...

Lalu menghubungi tante yg jg dokter anak di RS ini, juga kakak2 utk memberitahu kondisi Shidqi yg sedang kritis...

Saat itu ada sepupu suami yg menemani...

Aku berusaha tenang, meski amat sedih...

Dipanggil kembali ke ruangan, dan kali ini Shidqi ternyata sudah tak bernyawa....

Alhamdulillah ada tante, dan kakak2 yg menemani di dalam ruangan, mendengarkan penjelasan dokter...
Sambil menjelaskan, dokter minta suster terus melakukan pijat jantung.
Aku tahu...
Ia sudah tak terselamatkan lg...

Pikiranku saat itu...

"Ya Allah dia memang milikMu...
Sekarang kembali padaMu..."

Rasanya aku bukan siapa2....

Saat suster melepas semua alat (selang oksigen, kateter, infus yg semula ditangan lalu pindah ke kepala, dan entah apalagi), kuusap dahinya...

"Sudah tidak demam lg ya nak... turun panasmu.. dingin sekarang"

Kuusap dan kugenggam tangannya...

"Sekarang bertambah gemuk ya nak... (meski gemuk karena infus...)"

"Allah swt kabulkan doa bunda..."

"Maafkan bunda ya nak..."

RS menyediakan teh hangat membantu menenangkan hatiku..

Tapi tentu setelah itu masih ada yg harus diurus..

Klg berdatangan ke RS.. paman dan bibi2 yg amat baik dan perhatian..

Dzikri datang bersama buyutnya...
Ah senangnya bisa bertemu lagi..
Kusambut dgn senyum..
Dia seperti malu2...

Masih ceria seperti biasanya. ..

Setelah makan mlm yg dipaksakan...

Pembicaraan berlanjut ke persiapan pemakaman. Mau di mana??

Tanteku yg amat baik hati menawarkan Shidqi dimakamkan di Firdaus Memorial Park.. Entah kenapa katanya beberapa minggu sebelumnya pamanku wakaf di sana dan mendapat kavling pemakaman jg utk keluarga.

Kucoba lg untuk menghubungi suami...
Alhamdulillah bisa...

Yg pertama kukatakan "Shidqi udah dibersihin, mau di RS dulu atau dibawa plg aja ke rmh tante"

Tentu suami bingung dan bertanya2...

Tersadar, aku pun berkata lg "Shidqi udah g ada..."

Suami beristirja lalu menutup telpon..

Malam itu, Shidqi disemayamkan di rumah tante yg dekat dgn RS...

Suami dtg malam hari bersama ayah, ibu mertua, dan adik ipar..