Akhir-akhir ini, Dzikri bisa dibilang "takut"an (g tega bilang penakut).
Mau ke kamar mandi harus ditemani, bahkan hanya berbeda ruangan dengan bundanya pun dia takut...
Sebelumnya alhamdulillah terbiasa solat 5 waktu ke mesjid meski sendirian, tapi sekarang harus ditemani...
Kalau ditanya takut apa, jawabnya "takut ada hantu", "takut ada pocong". Rupa2nya itu semua dia tahu dari teman2nya...
Kalau ditanya apa itu pocong jawabnya "monster burung yang bisa terbang". Heu2..
Sebenarnya dia g tahu, tapi karena ditakut2i akhirnya meski g mengerti, ya jadi takut juga..
Padahal maksudnya hanya bercanda...
Kalau diperhatikan baik2, ketika dia bermain, ditakut2i atau dikejar2 oleh teman bermain yang berpura2 jadi monster/ hantu, wajahnya betul2 tampak takut tapi ditutupi dengan tawanya yang lepas yang sesungguhnya agak histeris.
Kalau sudah begitu, biasanya suasana jadi ramai karena Dzikri berteriak dan berlari...
Tapi
Ternyata....
Bercanda juga ada adabnya...
Dzikri lagi senang2nya membaca buku "Aku Cinta Rasulullah" dari perisai Qids, dalam buku diceritakan bahwa Rasulullah saw bukanlah orang yang selalu serius. Beliau juga suka bercanda bersama keluarga dan para sahabat. Lalu bagaimana adabnya?
1. Rasulullah saw melarang kita bercanda dengan berbohong. Boleh bercanda, tapi tidak berdusta.
2. Tidak bercanda dengan menjelek-jelekkan orang lain.
3. Tidak bercanda dengan menakut-nakuti.
Rasulullah saw bersabda "Diharamkan bagi seorang muslim membuat takut muslim lainnya" (HR. Abu Dawud).
Pantas saja ya, menakut2i itu hal yang dilarang meski hanya bercanda, karena dampaknya amat merugikan...
Ya, untuk sekarang, Dzikri memang belum seberani seperti sebelumnya. Harus pelan2 dan bertahap karena takut yang dirasakannya juga tak bisa disepelekan. Toh, saya juga dulu pernah jadi orang yang penakut, setiap malam mesti pindah ke kamar mama.. hihi...
Semoga rasa "takut" ini segera teratasi, berganti pada rasa takut yang baik...
#harussabar
#sabarlagi
#ekstrasabar
:)