Kamis, 22 September 2011

You Are What You Think



            Selama ini, mungkin kita tidak menyadari bahwa kita telah membentuk suatu pandangan tentang diri kita sendiri...
Mungkin secara umum itu baik, mungkin juga buruk.
Itu adalah konsep tentang diri kita, bagaimana kita memandang diri kita serta persepsi orang lain tentang diri kita sendiri......
Ada orang yang seringkali merasa sebagai seorang yang ”bodoh”, ”selalu gagal”, ”tidak punya keahlian”, dan sebagainya....
Patut dilihat, apa yang terjadi dengan konsep dirinya?
            Mungkin selama ini, tuntutan lingkungan terlalu besar dibandingkan kemampuan yang ia miliki pada kenyataannya.....
Bisa jadi ketika awal perkembangannya ia dibesarkan dalam keluarga yang berapresiasi negatif terhadapnya....
Atau, ia membangun komunikasi dengan orangtua secara tidak berkualitas.
Misalnya, orang tuanya selalu mengatai-ngatainya dengan hal yang buruk ketika anak melakukan kesalahan sekecil apa pun....
Padahal kata-kata tersebut (misalnya “dasar anak nakal”, “anak bodoh”, dan sebagainya), dapat membentuk suatu konsep yang tertanam dalam diri anak, bahwa dia memang benar-benar anak yang nakal/ bodoh. Sehingga, ia pun berperilaku sesuai dengan konsep yang dimilikinya.
            Ketika beranjak dewasa, diawali dengan pencarian jati diri, konsep itu semakin kuat atau mungkin lemah dan tergantikan seiring dengan pengalaman yang bertambah. Interaksi dengan orang lain bisa mempengaruhi konsep diri yang dimiliki. Ketika seorang siswa mampu menunjukkan potensinya sehingga ia dihargai, ia bisa saja mulai memiliki konsep diri yang positif mengenai dirinya. Terlebih lagi, jika sejak kecil ia berada pada lingkungan yang menunjangnya untuk membentuk konsep diri yang positif.
            Coba lihat diri kita dan renungi lagi.....
Apakah sudah memiliki konsep diri yang positif?
Apakah kita paham apa kelebihan dan kelemahan kita?
Apa kita sudah bisa menerima diri kita apa adanya?
            Ketika kita merasa rendah diri karena tujuan kita tidak tercapai atau tuntutan dari orang tua yang tidak bisa kita penuhi membuat diri kita merasa tidak mampu...
Seringkali kita menyalahkan diri kita sendiri, merasa diri tak bisa apa-apa, apalagi jika sudah membandingkan dengan orang lain...
Padahal, setiap orang diciptakan dengan potensinya masing-masing.....
Mungkin kita bisa mencoba melihat kembali apakah tujuan yang telah kita tetapkan itu realistis atau sesuai dengan kemampuan yang kita miliki?
Jika terlalu jauh idealisme kita dari kenyataan yang ada, maka akan semakin rentan diri kita untuk mengalami kegagalan…..
Wajar saja bercita-cita tinggi, tapi kita harus melihat diri kita apakah kita mampu...?
Selain itu persiapkan diri kita untuk mengalami hal yang terburuk sekalipun.....
Sehingga kita tidak merasa berputus asa....
            Merasa tidak mampu?
Lihat kembali, potensi apa yang kita miliki. Tanya pada orang tua kita, teman-teman yang memahami kita.
Pasti ada kemampuan yang kita miliki...
            Seorang yang memiliki konsep diri positif akan mampu menerima dan memahami dirinya dengan baik. Kegagalan yang dialaminya tidak dimaknai sebagai kegagalan atau ketidakmampuan, tapi ia akan memandangnya sebagai sesuatu yang memacunya untuk menjadi lebih baik lagi.....
            Sedangkan orang yang memiliki konsep diri yang negatif merasa tidak memahami dirinya, dan bahwa dirinya tidak mampu dan rendah diri. Seringkali ia berpikir ”ah, saya tidak akan mampu”, ”saya tidak disukai banyak orang”, ”saya jelek”, dan sebagainya......
            Mungkin ia mesti coba untuk berpikir positif dan selalu berprasangka baik. Ketika kita berprasangka baik, maka kita akan berusaha untuk mencapai prasangka baik tersebut pada kenyataan. Tapi jika kita berprasangka buruk sebelum melakukan/ menghadapi  sesuatu, maka kita sudah lemah pada awalnya dan tidak terpacu untuk bisa mencapai hal yang baik.......
Ingatlah, untuk selalu berprasangka baik.
Meskipun tidak mudah (bagi yang selalu berprasangka buruk), tapi kita harus mencoba.....
Pikiran yang positif akan membuka hati kita pada berbagai hikmah......
Semoga Allah selalu menuntun kita untuk senantiasa berprasangka baik......

Rasul bersabda:
Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, Aku bersamanya (dengan ilmu dan rahmat) bila dia ingat Aku. Jika dia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Jika dia menyebut nama-Ku dalam suatu perkumpulan, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih baik dari mereka. Bila dia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika dia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika dia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat”.  (HR. At-Tirmidzi)

Kamis, 15 September 2011

Dzikri 1-2 Bulan






Perkembangan Fisik

Usia Dzikri sudah lebih dari 1 bulan. Ia sudah bisa mengangkat kepala selama beberapa detik, kalau ditengkurepin  Dzikri sudah bisa membalikkan badannya sendiri. Dzikri juga terkadang senyum refleks ketika tidur. Dzikri sudah mulai pakai diapers kalau malam. Ya..lumayan, tidurnya jadi lebih nyenyak, ayah bundanya juga jadi bisa istirahat deh. Biasanya sibuk ganti popok yang basah, sekarang bisa tidur lebih lama. Sewaktu-waktu Dzikri bangun hanya karena ingin ASI.
Perkembangan Dzikri normal dan cukup pesat. Saat ini beratnya mencapai 4, 8 Kg dan panjangnya 57 cm. Dokternya bilang, Dzikri kebanyakan minum ASI (Hm...biarlah, kan ASI, jadi gak bahaya...n_n). Insya Alloh ASI ini menjadi jalan supaya Dzikri punya kekebalan tubuh yang baik dan jadi anak yang cerdas. O ya, Dzikri juga diimunisasi hepatitis B yang ke-2. Sewaktu usianya kurang dari 24 jam, Dzikri disuntik anti hepatitis karena bundanya punya HbSag yang (+). Sempat khawatir dan bingung. Kontroversi imunisasi yang masih belum berakhir ditambah biayanya yang lumayan mahal membuat enggan untuk memberikan imunisasi. Tapi, cemas juga dengan risikonya. Katanya, kalau tidak diimunisasi khawatir 15 tahun kemudian efeknya muncul, Dzikri bisa terkena penyakit lever (na’udzubillaah…). Akhirnya denga keputusan bersama, Dzikri langsung disuntik kurang dari 24 jam.

Pola Tidur

Dzikri sekarang sudah mulai teratur pola tidurnya...alhamdulillah kalau malam tidurnya nyenyak. Mudah dibujuk kalau bangun.  Tidak pernah kolik lagi. Tapi kalau pagi/siang maunya dikelonin terus kalau mau tidur. Dzikri juga sudah mulai mengasosiasikan tangisan dengan gendongan. Ketika mengantuk Dzikri jadi sedikit rewel dan maunya digendong.
Bunda mulai biasain Dzikri untuk tidur tanpa digendong-gendong dulu. Kalau rewel banget, baru deh bunda gendong, kalau disusuin pun sambil tidur. Sewaktu Dzikri sudah terlihat mengantuk, bunda taruh di kasur, lalu ditepuk-tepuk sampai tidur atau sambil dipangku.

Perkembangan Sosial

Dzikri sudah mulai senyum sosial dan tertawa spontan. Kalau bunda ajak ngobrol tertawa-tawa, lucu...sekali. Dzikri juga sudah mulai kenalin bunda dan ayah, juga nenek dan kakek. Kalau bunda tinggalin dan Dzikri lagi mau dikelonin, langsung deh Dzikri nangis.
Kadang-kadang bunda akalin, kalau Dzikri sudah tidur, bunda taruh guling besar yang ditutupi baju bunda (bekas pakai) di sebelahnya. Dzikri jadi mengira ada bunda terus deh di sebelahnya (tercium dari baunya...he..he...). Lumayan membantu juga, alhamdulillah... (tips ini dapetnya dari mama ku).
Lucunya, sewaktu Dzikri lagi mimi, bunda ajak ngobrol sambil senyum. Eh...Dzikri natap bunda, terus miminya dilepas dan senyum yang lebar buat bunda. Dzikri juga sudah mulai menatap wajah orang yang di deket Dzikri.

Perkembangan Bicara

            Dzikri sudah mulai babling (mengoceh), suaranya ”ngga” kalau lagi nangis. Kadang bisa bilang ao...yah...ah....eh...mah.... Semakin...lucu aja..

Stimulasi Sensoris
            Dzikri yang sudah mulai berkembang kemampuan melihatnya, bunda rangsang dengan mainan-mainan seperti bandul yang bergerak-gerak. Mata Dzikri mengikuti gerak bandulnya.
            Mainan berbunyi agak nyaring juga bunda mainkan dekat Dzikri. Begitu mendengarnya, Dzikri langsung tengok kanan kiri untuk mencari sumber suara. Subhanallah...matanya semakin jeli dan terintegrasi dengan pendengarannya.

Perkembangan Psikis
Dzikri punya rasa takut dengan suara nyaring. Kalau mendengar suara nyaring yang tiba-tiba, reaksi Dzikri kaget dan menangis keras. Setelah disusui, baru deh Dzikri tenang.
Bunda susuin supaya Dzikri tenang...alhamdulillah tenang, habis itu tidur deh....
Dzikri juga sudah merasakan emosi ayah dan bundanya. Terutama emosi bunda. Ya...sebenarnya itu sudah terjadi ketika Dzikri masih dalam kandungan, hanya saja saat ini lebih terlihat. Kalau bunda lagi gak enak hati, kadang Dzikri juga suka jadi rewel. Hm....

Pola Pup dan bak
Dzikri sudah mulai terjadwal untuk pupnya. Sebelum tidur malam, pas bangun pagi dan sore. Ya...walaupun pagi atau siang terkadang Dzikri juga pup. Yang jelas, sudah tidak sesering bulan sebelumnya. Hanya saja, Dzikri suka rewel kalau mau pup. Biasanya harus mimi dulu, atau ditaruh di kereta dorong. Kalau pipis juga kelihatan tandanya. Dzikri tampak resah.

            Subhanalloh…Dzikri semakin berkembang. Bunda bacakan buka kain dan Dzikri memperhatikan. Walaupun dia belum mengerti, tapi bunda yakin kalau ini semua akan memberi rangsangan untuk otaknya.

Rabu, 14 September 2011

Dzikri 0-1 Bulan

Dzikri angkat tangannya waktu dibacain doa-doa Al-Ma'tsurat

Sepulang dari rumah sakit, Dzikri banyak menangis. Ia mulai beradaptasi dengan lingkungan barunya. Lingkungan yang sama sekali belum dikenalnya. Memang di dalam rahim lebih nyaman, lebih mudah mendapatkan segalanya, tapi Dzikri harus tumbuh jadi anak yang kuat. Dzikri yang lebih sering menangis daripada ketika ia masih di rumah sakit, bisa juga sebagai efek dari kecemasan bunda sebagai ”ibu baru”.
Awal-awal kehidupannya, Dzikri banyak menunjukkan gerak-gerak refleks. Mulai refleks menghisap, menggenggam, terkejut, muntah, batuk, maupun menendang. Semuanya adalah cara Dzikri untuk mengenal lingkungannya. Subhanallah...Alloh swt memang mengukur semuanya dengan sempurna. Di saat Dzikri mengandalkan air susu ibu untuk kebutuhan pertumbuhannya, Alloh swt memberinya kemampuan untuk mengisap. Alhamdulilah, ASI melimpah, bahkan seringkali bengkak sehingga harus diperas supaya tidak menimbulkan demam pada bunda. Ketika terlanjur bengkak dan sakit, bunda mengompres dada dengan lap hangat.
Dzikri sudah bisa melihat meskipun jarak pandangnya belum seperti jarak pandang orang dewasa. Ketika disusui, Dzikri seringkali diajak mengobrol oleh bunda untuk membangun kelekatan yang baik. Setiap malam bunda bacakan asmaul husna dan doa-doa.
Ketika usianya beberapa hari, Dzikri mulai terlihat kuning (jaundice). Sebagai bunda baru, tentu harus banyak mencari tahu. Berbagai sumber informasi memberikan wawasan bahwa hal itu wajar pada bayi selama tidak lebih dari 2 minggu. Alhamdulillah setelah dijemur setiap pagi, lambat laun Dzikri tidak kuning lagi.
Usia 2 minggu Dzikri imunisasi BCG. Dokternya bilang kalau Dzikri tidak boleh terlalu sering disusui. Dzikri mencret, pup nya cair dan frekuensinya bab nya sering. Dokternya langsung bilang kalau bundanya jangan minum kunyit dan jamu-jamuan lainnya. Semenjak itu, bunda Dzikri berhenti dulu minum jamu gendong dan beralih ke kapsul herbal untuk kesehatan rahim. Dzikri pun berkurang mencretnya.
Pada awal usianya, Dzikri banyak menghabiskan waktunya untuk tidur. Rupanya ketika tidur itulah, perkembangan otak berlangsung pesat. Dokter anak yang menangani Dzikri menyarankan untuk tiduk mengganggu saat-saat tidurnya. Jadi, tidak perlu disusui setiap 2 jam sekali. Yah, setiap dokter dengan ilmu dan pengalamannya masing-masing pasti punya pendapatnya sendiri.
Bayi baru memang seringkali sulit dimengerti. Dzikri sempat menangis terus tak berhenti sepanjang malam. Kadang-kadang dari pagi hingga siang. Kolik. Tidak diketahui apa penyebabnya. Yah..Hanya bisa bersabar, berusaha menenangkan diri dan menenangkan Dzikri dengan berbagai cara. Alhamdulillah akhirnya Dzikri bisa tidur juga. Fiuh...betapa tak mudah menjadi ibu baru.
Sesuai sunnah Rasulullah Saw., Dzikri aqiqah. Usianya tepat 21 hari. Banyak tamu yang datang memberikan doa untuk Dzikri. Semoga membawa keberkahan.


Jumat, 09 September 2011

Saat kau Terlahir ke Dunia



Pengalaman pertama yang tak terlupakan...
Sejak selasa (8 Desember 2009) dini hari, sudah ada flek dan kontraksi yang tak beraturan. Bunda bawa jalan-jalan ditemani ayah. Ayah berangkat kerja, bunda di kamar terus jalan mondar-mandir tiap kali kontraksi itu muncul. Semakin lama, semakin beraturan. Malam harinya (Pk. 22.00), ayah bawa bunda ke RSB ditemani nenek, kakek dan ma eninmu. Semakin lama, rasa sakitnya semakin menggigit, sungguh, membuat bunda teringat akan dosa. Ketika mengejan, rasanya seperti hampir habis nafas ini.
Alhamdulillah, tepat hari Rabu, 9 Desember 2009 pukul 00.38 Dzikri lahir ke dunia dengan persalinan normal. Berat badanmu 3,1 kg dengan panjang 49 cm. Tangisanmu keras nak namun terhalang lendir-lendir yang masih membungkus pita suaramu. Dengan segera suster-suster mengeluarkan lendir-lendir dengan memasukkan selang ke mulut, lalu ke hidungmu. Semua lendir terhisap selang lalu dibuang, semuanya direkam oleh nenekmu (ma’enin) yang menemani bunda melahirkan. Dzikri kecil mulai menangis lagi... saat itu dokter sedang berkonsentrasi menjahit bekas jalan lahirmu. Tak terasa sakitnya ketika suster meletakkanmu di dada bunda. Itu namanya IMD (Inisiasi Menyusui Dini) yang seharusnya Dzikri mencari-cari puting bunda lalu menghisap kolostrum (susu pertama yang keluar dari payudara bunda) yang sangat baik untuk pertahanan tubuhmu. Um...tapi ternyata Dzikri lebih memilih untuk tidur di dada bunda. Lucunya dirimu nak...
Ketika suster mengangkatmu dari dada bunda, Dzikri langsung menangis.
Di luar, ayah sudah menunggumu. Ayah lantunkan adzan di telingamu dan matamu langsung terbuka, menatap ke arah nenekmu. Dzikri...dzikri...ingat dengan suara itu ya..karena sewaktu di perut bunda, Dzikri sering dengar suara adzan, ikut solat berjamaah, dan tilawah bareng bunda....
Menjelang subuh, bunda baru masuk kamar inap. Dzikri mungkin lagi di inkubator untuk dihangatkan sebentar....
Ayah dan nenek menemani bunda.
Paginya, suster bawa Dzikri untuk bunda susui....
Dzikri pintar, langsung bisa menghisap air susu bunda. Dzikri mungil, bunda bawa keluar untuk dijemur...
           Oya, sebelum disusui, Dzikri digendong ma enin sambil tunggu bunda mandi, keluar dari kamar mandi, bunda langsung sapa Dzikri dan Dzikri langsung mencari-cari suara bunda. Suaranya familiar ya nak....waktu masih di perut, Dzikri sering bunda ajak ngobrol dan dibacain cerita juga asmaul husna. Biasanya Dzikri langsung gerak-gerak di perut bunda.
           Alhamdulillah, betapa bersyukur hamba atas anugerah yang Kau berikan. Amanah ini sungguh berat, tapi semoga Alloh swt selalu membimbing kami. Dzikri lahir tepat di hari anti korupsi sedunia. Semoga kelak ia menjadi anak shalih yang selalu memperjuangkan kebenaran di jalan Alloh. Amin.

Jumat, 26 Agustus 2011

Peak Experience


Setiap orang bisa saja mengalami peak experience yang mungkin tidak dialami oleh kebanyakan orang.......
            Ketika shalat dengan khusyu’nya, seorang muslim tentu mengalami pengalaman puncak karena berkomunikasi langsung dengan Rabbnya....
Pengalaman itu, tentu tak bisa dilukiskan dengan kata-kata......
Tapi itu semua tentu tidak dicapai tanpa usaha,,keimanan yang tumbuh di dalam hati, kerinduan akan pertemuan denganNya membuat seseorang mengalami itu semua.....
            Seorang yang berhati bersih, memiliki kepekaan yang kuat, sehingga ia mampu mengambil keputusan dengan cepat dan tepat ketika dihadapkan pada beberapa pilihan hidup......
            Indah ya kalau dalam setiap kehidupan kita bisa ikhlas, dalam setiap shalat kita bisa khusyu’....tentu shalat sebagai pencegah seseorang untuk berbuat kemungkaran akan selalu terwujud.....
            Apakah kita harus menjadi seseorang yang bisa mengaktualisasikan diri kita sepenuhnya sehingga kita mengalami pengalaman puncak?
Itu semua berkat hidayahNya,,,menurut cha untuk alami itu butuh proses yang mungkin memakan waktu yang tidak sedikit.....
Ketika cha berpikir untuk menggunakan kerudung,,,tidak langsung pada waktu itu cha menggunakannya....
Ada saja alasan untuk tidak dulu lah memakai itu...
Tunggu cha siap,,,
Seorang teman bertanya ”kalau menunggu siap, kapan akan siap?”
Iya,,kapan ya......
Baru sekitar 1-2 tahun kemudian cha pakai kerudung...mencoba menutup aurat sesempurna mungkin.....meskipun masih berproses menuju sempurna...
Ya,,,sekarang ini masih banyak kekurangan di sana sini.....
Beberapa detik sebelum cha memutuskan untuk menutup aurat,,,cha diarahkan oleh Allah untuk membuka lembaran hadits tentang perempuan-perempuan tercela dan ketika membaca itu,,hati dan pikiran cha berkata ”ya!!!harus sekarang, harus sekarang!!”.
Subhanallah,,setelah memutuskannya, hati cha tenang....
Cha merasa aman, ya,,meskipun ada saja orang-orang iseng yang mengganggu di jalanan...
Tapi semakin banyak peluang yang terbuka untuk cha bisa memperbaiki diri.....
Kalau dulu naik angkot caheum-ledeng, seringkali jadi yang minoritas...semakin mendekati kampus, penumpangnya semakin banyak yang berjilbab.....
”duh...malu....”dalam hati cha,,,karena cha seorang muslim, tapi apa mereka tahu?
Ingin masuk ke suatu majelis ilmu agama,, lagi-lagi segan dan malu karena cha belum berjilbab,,,mau ikut jadi seorang tutor, duh malu,,karena waktu itu cha pacaran.....
            Semuanya berproses........
Perlahan-lahan...lewati gundukan-gundukan,,,hingga sempat terjatuh dan merasa diri sangaat hina.......
Akhirnya sedikit-sedikit ada juga perbaikan dalam diri.....
            Terus berproses,,,hingga cha mati nanti........
            Cha perhatikan, teman-teman mulai banyak yang hijrah,,,mulai memakai jilbab,,,
dan teman-teman itu adalah orang-orang yang taat akan perintahNya....
Contoh kecilnya, mereka tidak pernah meninggalkan shalat lima waktu dan sadar bahwa memakai jilbab itu wajib hukumnya, meskipun mereka (termasuk cha) dulu belum juga mau mengambil keputusan untuk menggunakannya....
Saat keputusan itu diambil, subhanallah,,cha salut sama mereka,,punya niat yang kuat,,,,hanya karena Allah Swt...
Subhanallaah...betapa tampak kasih sayang Allah Swt....
Cha tahu, tidak mudah untuk mengambil keputusan ini, karena pada fitrahnya seorang wanita ingin menunjukkan keindahan dirinya pada orang lain...
Tapi mereka....
Mau menutupi semua itu, hanya karena Allah Swt...
Biasanya rambut mereka tergerai indah,,pakaian yang beraneka model...
hm,,,betapa Allah menciptakan wanita itu dengan rupa yang cantik, tubuh yang indah....
Sekarang, semuanya itu tentu hanya diperuntukkan bagi orang yang berhak...
Senang ya, gak ada laki-laki asing yang bisa melihatnya,,,
Hanya suaminya kelak.......
            Menurut cha...
Untuk mengalami peak experience (jika peak experience yang dimaksud sama dengan yang cha maksud) itu berproses dari penjemputan hidayah....
Seperti kita tahu, hidayah dari Allah itu sebenarnya ada di depan mata kita, bahkan mungkin sudah ada di hati dan pikiran kita...
Hanya saja, terkadang kita enggan menjemputnya...
Pernah gak,,,merasa malas untuk membaca suatu buku tentang agama, karena kita merasa akan tersindir dengan membacanya..
Seperti itulah manusia, ingin mempertahankan dirinya serta tidak mau disalahkan....
Ya....untuk berubah menjadi lebih baik,,,memang tidak mudah...
Kita sering berasionalisasi atas sesuatu yang buruk yang ada pada diri kita.....
Contohnya,,sebenarnya mulut kita gatal ingin membicarakan keburukan orang lain atau gosip-gosip terbaru,,,dengan dalih mencari solusi,,akhirnya...panjang lebar, sampai puas kita bicarakan orang itu dengan segala keburukannya....
Hmm....syetan selalu menyusup ke hati manusia dengan berbagai cara.......
Bicara tentang syetan,,
Di bulan ramadhan ini, syetan kan dibelenggu...
Tapi kenapa ya tetap saja ada kejahatan,,hal kecil saja misalnya, kita tetap kurang bisa mengontrol emosi.....
Dorongan untuk marah pun awalnya dari bisikan syetan...
Ternyata selama 11 bulan ini hati dan pikiran kita selalu dipengaruhi oleh bisikan syetan hingga semuanya berbekas dan meninggalkan jejak di hati kita.....
Fiuh,,,,begitulah anak adam akan selalu dibisikkan hal-hal yang keji oleh syetan,,,sampai ia terjerumus, kecuali orang-orang tertentu,,orang-orang yang senantiasa taat kepada Allah Swt.......

Journey of Life


            Setiap hari kulewati jalan yang hampir sama, tapi berbeda satu sama lain......
Terkadang kulewati jalanan lurus tak berbatu dan kunikmati pemandangan di sekitarnya....
Kali lain jalanan yang harus kulalui adalah jalan berlubang yang harus ditapaki dengan hati-hati, sekali ku terjatuh,, bisa saja terluka dan akan sulit lalui jalan berikutnya....
Lain lagi ketika pulang, ku harus langkahkan kaki pada jalan mendaki dan berkelok....
Andai ku tak tahu arah, ku pasti tersesat......
Selama melalui semuanya, terkadang kutemui suasana sepi,
Hanya angin semilir yang tiupkan asmaNya,,,
Daun-daun bergemerisik menemani sambil menyanyikan lagu alam….
Semua bertasbih memujaNya….
            Suatu hari, jalanan itu penuh dengan orang-orang yang berlalu lalang,,,
Ada yang menghampiri dan mengajakku untuk sampai ke tujuan dengan cepat, tapi ada yang sekadar lewat tanpa peduli....
Namun, yang paling baik adalah sahabat yang tunjukkan jalan ketika ku mulai bingung akan arah....
            Dalam hati, aku mungkin sering mengeluh,,,tapi keluhan itu hanya menambah lelah,,,,dan memang tak seharusnya seperti itu....karena kekuatan ini pun hakikatnya hanya milik Allah Swt semata....
            Meski jalan yang ditempuh tak selalu mudah, tapi ku berharap selalu ada pada jalan yang benar,,jalan menuju pulang tuk berjumpa denganNya.......