Perkembangan Fisik
Usia Dzikri sudah lebih dari 1 bulan. Ia sudah
bisa mengangkat kepala selama beberapa detik, kalau ditengkurepin Dzikri sudah
bisa membalikkan badannya sendiri. Dzikri juga terkadang senyum refleks ketika
tidur. Dzikri sudah mulai pakai diapers
kalau malam. Ya..lumayan, tidurnya jadi lebih nyenyak, ayah bundanya juga jadi
bisa istirahat deh. Biasanya sibuk ganti popok yang basah, sekarang bisa tidur
lebih lama. Sewaktu-waktu Dzikri bangun hanya karena ingin ASI.
Perkembangan Dzikri normal dan cukup pesat. Saat ini
beratnya mencapai 4, 8 Kg dan panjangnya 57 cm. Dokternya bilang, Dzikri
kebanyakan minum ASI (Hm...biarlah, kan ASI,
jadi gak bahaya...n_n). Insya Alloh ASI ini menjadi jalan supaya Dzikri punya
kekebalan tubuh yang baik dan jadi anak yang cerdas. O ya, Dzikri juga
diimunisasi hepatitis B yang ke-2. Sewaktu usianya kurang dari 24 jam, Dzikri
disuntik anti hepatitis karena bundanya punya HbSag yang (+). Sempat khawatir
dan bingung. Kontroversi imunisasi yang masih belum berakhir ditambah biayanya
yang lumayan mahal membuat enggan untuk memberikan imunisasi. Tapi, cemas juga
dengan risikonya. Katanya, kalau tidak diimunisasi khawatir 15 tahun kemudian
efeknya muncul, Dzikri bisa terkena penyakit lever (na’udzubillaah…).
Akhirnya denga keputusan bersama, Dzikri langsung disuntik kurang dari 24 jam.
Pola Tidur
Dzikri sekarang sudah mulai teratur pola
tidurnya...alhamdulillah kalau malam tidurnya nyenyak. Mudah dibujuk kalau
bangun. Tidak pernah kolik lagi. Tapi kalau pagi/siang maunya
dikelonin terus kalau mau tidur. Dzikri juga sudah mulai mengasosiasikan
tangisan dengan gendongan. Ketika mengantuk Dzikri jadi sedikit rewel dan maunya
digendong.
Bunda mulai biasain Dzikri untuk tidur tanpa
digendong-gendong dulu. Kalau rewel banget, baru deh bunda gendong, kalau disusuin
pun sambil tidur. Sewaktu Dzikri sudah terlihat mengantuk, bunda taruh di
kasur, lalu ditepuk-tepuk sampai tidur atau sambil dipangku.
Perkembangan Sosial
Dzikri sudah mulai senyum sosial dan tertawa
spontan. Kalau bunda ajak ngobrol tertawa-tawa, lucu...sekali. Dzikri juga sudah
mulai kenalin bunda dan ayah, juga nenek dan kakek. Kalau bunda tinggalin dan
Dzikri lagi mau dikelonin, langsung deh Dzikri nangis.
Kadang-kadang bunda akalin, kalau Dzikri sudah
tidur, bunda taruh guling besar yang ditutupi baju bunda (bekas pakai) di
sebelahnya. Dzikri jadi mengira ada bunda terus deh di sebelahnya (tercium dari
baunya...he..he...). Lumayan membantu juga, alhamdulillah... (tips ini dapetnya
dari mama ku).
Lucunya, sewaktu Dzikri lagi mimi, bunda ajak
ngobrol sambil senyum. Eh...Dzikri natap bunda, terus miminya dilepas dan
senyum yang lebar buat bunda. Dzikri juga sudah mulai menatap wajah orang yang
di deket Dzikri.
Perkembangan Bicara
Dzikri
sudah mulai babling (mengoceh),
suaranya ”ngga” kalau lagi nangis. Kadang
bisa bilang ao...yah...ah....eh...mah....
Semakin...lucu aja..
Stimulasi Sensoris
Dzikri yang sudah mulai
berkembang kemampuan melihatnya, bunda rangsang dengan mainan-mainan seperti
bandul yang bergerak-gerak. Mata Dzikri mengikuti gerak bandulnya.
Mainan berbunyi agak
nyaring juga bunda mainkan dekat Dzikri. Begitu mendengarnya, Dzikri langsung
tengok kanan kiri untuk mencari sumber suara. Subhanallah...matanya semakin
jeli dan terintegrasi dengan pendengarannya.
Perkembangan Psikis
Dzikri punya rasa takut dengan suara nyaring. Kalau
mendengar suara nyaring yang tiba-tiba, reaksi Dzikri kaget dan menangis keras.
Setelah disusui, baru deh Dzikri tenang.
Bunda susuin supaya Dzikri tenang...alhamdulillah tenang, habis itu tidur
deh....
Dzikri juga sudah merasakan emosi ayah dan
bundanya. Terutama emosi bunda. Ya...sebenarnya itu sudah terjadi ketika Dzikri
masih dalam kandungan, hanya saja saat ini lebih terlihat. Kalau bunda lagi gak
enak hati, kadang Dzikri juga suka jadi rewel. Hm....
Pola Pup dan bak
Dzikri sudah mulai terjadwal untuk pupnya. Sebelum
tidur malam, pas bangun pagi dan sore. Ya...walaupun pagi atau siang terkadang
Dzikri juga pup. Yang jelas, sudah tidak sesering bulan sebelumnya. Hanya saja,
Dzikri suka rewel kalau mau pup. Biasanya harus mimi dulu, atau ditaruh di kereta dorong. Kalau pipis juga
kelihatan tandanya. Dzikri tampak resah.
Subhanalloh…Dzikri semakin berkembang. Bunda
bacakan buka kain dan Dzikri memperhatikan. Walaupun dia belum mengerti, tapi
bunda yakin kalau ini semua akan memberi rangsangan untuk otaknya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar