Kamis, 15 September 2011

Dzikri 1-2 Bulan






Perkembangan Fisik

Usia Dzikri sudah lebih dari 1 bulan. Ia sudah bisa mengangkat kepala selama beberapa detik, kalau ditengkurepin  Dzikri sudah bisa membalikkan badannya sendiri. Dzikri juga terkadang senyum refleks ketika tidur. Dzikri sudah mulai pakai diapers kalau malam. Ya..lumayan, tidurnya jadi lebih nyenyak, ayah bundanya juga jadi bisa istirahat deh. Biasanya sibuk ganti popok yang basah, sekarang bisa tidur lebih lama. Sewaktu-waktu Dzikri bangun hanya karena ingin ASI.
Perkembangan Dzikri normal dan cukup pesat. Saat ini beratnya mencapai 4, 8 Kg dan panjangnya 57 cm. Dokternya bilang, Dzikri kebanyakan minum ASI (Hm...biarlah, kan ASI, jadi gak bahaya...n_n). Insya Alloh ASI ini menjadi jalan supaya Dzikri punya kekebalan tubuh yang baik dan jadi anak yang cerdas. O ya, Dzikri juga diimunisasi hepatitis B yang ke-2. Sewaktu usianya kurang dari 24 jam, Dzikri disuntik anti hepatitis karena bundanya punya HbSag yang (+). Sempat khawatir dan bingung. Kontroversi imunisasi yang masih belum berakhir ditambah biayanya yang lumayan mahal membuat enggan untuk memberikan imunisasi. Tapi, cemas juga dengan risikonya. Katanya, kalau tidak diimunisasi khawatir 15 tahun kemudian efeknya muncul, Dzikri bisa terkena penyakit lever (na’udzubillaah…). Akhirnya denga keputusan bersama, Dzikri langsung disuntik kurang dari 24 jam.

Pola Tidur

Dzikri sekarang sudah mulai teratur pola tidurnya...alhamdulillah kalau malam tidurnya nyenyak. Mudah dibujuk kalau bangun.  Tidak pernah kolik lagi. Tapi kalau pagi/siang maunya dikelonin terus kalau mau tidur. Dzikri juga sudah mulai mengasosiasikan tangisan dengan gendongan. Ketika mengantuk Dzikri jadi sedikit rewel dan maunya digendong.
Bunda mulai biasain Dzikri untuk tidur tanpa digendong-gendong dulu. Kalau rewel banget, baru deh bunda gendong, kalau disusuin pun sambil tidur. Sewaktu Dzikri sudah terlihat mengantuk, bunda taruh di kasur, lalu ditepuk-tepuk sampai tidur atau sambil dipangku.

Perkembangan Sosial

Dzikri sudah mulai senyum sosial dan tertawa spontan. Kalau bunda ajak ngobrol tertawa-tawa, lucu...sekali. Dzikri juga sudah mulai kenalin bunda dan ayah, juga nenek dan kakek. Kalau bunda tinggalin dan Dzikri lagi mau dikelonin, langsung deh Dzikri nangis.
Kadang-kadang bunda akalin, kalau Dzikri sudah tidur, bunda taruh guling besar yang ditutupi baju bunda (bekas pakai) di sebelahnya. Dzikri jadi mengira ada bunda terus deh di sebelahnya (tercium dari baunya...he..he...). Lumayan membantu juga, alhamdulillah... (tips ini dapetnya dari mama ku).
Lucunya, sewaktu Dzikri lagi mimi, bunda ajak ngobrol sambil senyum. Eh...Dzikri natap bunda, terus miminya dilepas dan senyum yang lebar buat bunda. Dzikri juga sudah mulai menatap wajah orang yang di deket Dzikri.

Perkembangan Bicara

            Dzikri sudah mulai babling (mengoceh), suaranya ”ngga” kalau lagi nangis. Kadang bisa bilang ao...yah...ah....eh...mah.... Semakin...lucu aja..

Stimulasi Sensoris
            Dzikri yang sudah mulai berkembang kemampuan melihatnya, bunda rangsang dengan mainan-mainan seperti bandul yang bergerak-gerak. Mata Dzikri mengikuti gerak bandulnya.
            Mainan berbunyi agak nyaring juga bunda mainkan dekat Dzikri. Begitu mendengarnya, Dzikri langsung tengok kanan kiri untuk mencari sumber suara. Subhanallah...matanya semakin jeli dan terintegrasi dengan pendengarannya.

Perkembangan Psikis
Dzikri punya rasa takut dengan suara nyaring. Kalau mendengar suara nyaring yang tiba-tiba, reaksi Dzikri kaget dan menangis keras. Setelah disusui, baru deh Dzikri tenang.
Bunda susuin supaya Dzikri tenang...alhamdulillah tenang, habis itu tidur deh....
Dzikri juga sudah merasakan emosi ayah dan bundanya. Terutama emosi bunda. Ya...sebenarnya itu sudah terjadi ketika Dzikri masih dalam kandungan, hanya saja saat ini lebih terlihat. Kalau bunda lagi gak enak hati, kadang Dzikri juga suka jadi rewel. Hm....

Pola Pup dan bak
Dzikri sudah mulai terjadwal untuk pupnya. Sebelum tidur malam, pas bangun pagi dan sore. Ya...walaupun pagi atau siang terkadang Dzikri juga pup. Yang jelas, sudah tidak sesering bulan sebelumnya. Hanya saja, Dzikri suka rewel kalau mau pup. Biasanya harus mimi dulu, atau ditaruh di kereta dorong. Kalau pipis juga kelihatan tandanya. Dzikri tampak resah.

            Subhanalloh…Dzikri semakin berkembang. Bunda bacakan buka kain dan Dzikri memperhatikan. Walaupun dia belum mengerti, tapi bunda yakin kalau ini semua akan memberi rangsangan untuk otaknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar