Akhir2 ramadhan 2015, rasanya ingin punya anak lagi. Cari2 dokter tempat kontrol kehamilan dan yang bantu lahiran anak pertama dan ke 2. Beliau ga praktek lagi di RSB tempat lahiran dulu. Browsing2 di internet, alhamdulillah ketemu juga. Ketemu beliau dimulai dengan cerita tentang kematian anak ke-2, lalu konsul tentang rencana hamil. Akhirnya disarankan lepas IUD saat itu (pas haid lagi banyak2nya).
Alhamdulillah ternyata setelah itu telat haid, dan saat testpack di rumah mamah di bandung hasilnya positif😊.
Kehamilan yg ke 3 ini rasanya lebih tenang, lebih stabil dan lebih sehat. Ya meskipun pasti ada moment g mood, sensitif, marah2..heu2...
Tapi alhamdulillah rasanya lebih ringan...
Dzikri udah lebih ngerti dan antusias dengan perkembangan calon adiknya...
Ayahnya juga lebih sayang dan perhatian.
Waktu USG pertama, Dzikri bilang "kok cuma 1? Kenapa ga 7?"
Dokter dan semua yang ada di ruangan bingung lalu mencerna maksudnya Dzikri. Rupanya Dzikri ingin punya adik 7 sekaligus. Hihi..
Di rumah ditanya kenapa mesti 7? Jawabnya "supaya kalau solat, nanti Dzikri jadi imamnya terus yang bilang 'Aamiin'nya jadi banyak".
MaSyaAllah nak...😊.
Alhamdulillah... Meski pengalaman sebelumnya dengan alm., rasanya ga trauma hamil lagi. Justru lebih menjaga dan memang percaya ga percaya juga Allah swt kasih kepercayaan lagi.
Hamil kali ini tetap dengan mual2 di trimester pertama, meski jarang sekali sampai muntah.
Sering sekali ingin makan sate padang...
Ga lupa setiap hamil maunya makan awug. Hehe...
Sekarang mau apa2 pasti bilang sama suami. Sebisa mungkin suami penuhi.
Kehamilan yang ketiga ini juga konsumsi berbagai suplemen herbal.
Spirulina, gamat, omega, minyak zaitun dan kurma minimal 7 butir setiap dhuha. Vitamin dari dokter juga diminum (kalsium dan asam folat).
Ga ketinggalan sayur dan buah harus ada setiap hari.
Trimester 3 cek lab dan hasilnya kadar protein kurang jadi disuruh makan2an tinggi protein, minimal 3 putih telur setiap hari. Hemoglobin juga kurang sedikit jadi harus konsumsi vitamin penambah darah dan makanan yang bisa tingkatin hb.
Oya, karena lahiran alm anak ke-2 dengan proses sc, kali ini, dari awal kehamilan benar2 diniatkan untuk bisa normal (vbac). Kata dokter bisa, yang penting punya tekad kuat. Berat janin g melebihi berat anak yang dilahirkan normal (Dzikri lahir 3,1 kg). Jadilah jaga2 berat. Usahakan ga banyak konsumsi karbohidrat terutama di malam hari. Kalau lapar malam2, cukup makan buah.
Selama hamil sempat sakit meriang dan batuk. Saat itu suami sedang dinas dan ga pulang 2 hari. Dzikri juga rewel karena ingin sekolah. Terpaksa tetap antar jemput ke sekolah. Alhamdulillah masih kuat.
Awalnya minum campuran kencur, jahe, jeruk nipis dan madu. Banyak2 minum air hangat. Lalu konsumsi madu batuk yang dibelikan suami. Alhamdulillah cocok. Mamah juga datang dari bandung, masak sup rempah.
Pas hampir sehat, eh..gantian Dzikri yang sakit....
Alhamdulillah seminggu kemudian sehat. Di sekolahnya teman2nya memang bergantian sakit, batuk dan pilek.
Hamil kali ini juga kenaikan berat badan hanya 7 kg. Sempat khawatir juga ketika kontrol berat badan ga naik. Tapi ternyata berat janin normal. Mungkin itu juga yang bikin terasa ringan. Banyak yang bilang hamilnya kecil atau malah ga percaya kalau lagi hamìl. Naik kereta jugà ďibiarin berdiri.
Oya...
Selama hamil ini selalu stel murattal di rumah. Pas suami juga lagi jualan digital murattal al Quran. Alhamdulillah membantu banget. Kalau tidur pun distel karena siapa tahu justru yang di dalam perut lagi terjaga dan mendengarkan.
Tak lupa tadabbur kisah maryam dan hafalan surat maryam yang indah sekali isinya. Menambah motivasi dan keyakinan terhadap Allah swt khususnya tentang kehamilan dan persalinan. Alhamdulillah tambah wawasan dan saudara juga dengan bergabung di grup wa persalinan maryam.