Akhir-akhir ini, Dzikri bisa dibilang "takut"an (g tega bilang penakut).
Mau ke kamar mandi harus ditemani, bahkan hanya berbeda ruangan dengan bundanya pun dia takut...
Sebelumnya alhamdulillah terbiasa solat 5 waktu ke mesjid meski sendirian, tapi sekarang harus ditemani...
Kalau ditanya takut apa, jawabnya "takut ada hantu", "takut ada pocong". Rupa2nya itu semua dia tahu dari teman2nya...
Kalau ditanya apa itu pocong jawabnya "monster burung yang bisa terbang". Heu2..
Sebenarnya dia g tahu, tapi karena ditakut2i akhirnya meski g mengerti, ya jadi takut juga..
Padahal maksudnya hanya bercanda...
Kalau diperhatikan baik2, ketika dia bermain, ditakut2i atau dikejar2 oleh teman bermain yang berpura2 jadi monster/ hantu, wajahnya betul2 tampak takut tapi ditutupi dengan tawanya yang lepas yang sesungguhnya agak histeris.
Kalau sudah begitu, biasanya suasana jadi ramai karena Dzikri berteriak dan berlari...
Tapi
Ternyata....
Bercanda juga ada adabnya...
Dzikri lagi senang2nya membaca buku "Aku Cinta Rasulullah" dari perisai Qids, dalam buku diceritakan bahwa Rasulullah saw bukanlah orang yang selalu serius. Beliau juga suka bercanda bersama keluarga dan para sahabat. Lalu bagaimana adabnya?
1. Rasulullah saw melarang kita bercanda dengan berbohong. Boleh bercanda, tapi tidak berdusta.
2. Tidak bercanda dengan menjelek-jelekkan orang lain.
3. Tidak bercanda dengan menakut-nakuti.
Rasulullah saw bersabda "Diharamkan bagi seorang muslim membuat takut muslim lainnya" (HR. Abu Dawud).
Pantas saja ya, menakut2i itu hal yang dilarang meski hanya bercanda, karena dampaknya amat merugikan...
Ya, untuk sekarang, Dzikri memang belum seberani seperti sebelumnya. Harus pelan2 dan bertahap karena takut yang dirasakannya juga tak bisa disepelekan. Toh, saya juga dulu pernah jadi orang yang penakut, setiap malam mesti pindah ke kamar mama.. hihi...
Semoga rasa "takut" ini segera teratasi, berganti pada rasa takut yang baik...
#harussabar
#sabarlagi
#ekstrasabar
:)
Kamis, 04 Agustus 2016
Rabu, 27 Juli 2016
Solat Jumat yang Dicita-citakan
Jumat, 23 Oktober 2015
Berat hatinya melepas ma'enin pulang ke bandung..
Ingin rasanya ia ikut serta...
Namun tetap diantarnya ma'enin tercinta ke depan menunggu angkutan umum..
Ma'enin terus mengingatkan supaya lekas ke masjid untuk solat jumat...
Meski ingin menemani, tapi akhirnya Dzikri berbalik arah lalu berlari kecil ke masjid..
Meninggalkan bunda yang temani ma'enin...
Terenyuh rasanya melihat langkah kakinya ia arahkan ke rumah Allah swt...
Cita2nya yg sejak lama ingin solat di masjid dekat rumah akhirnya tercapai juga setelah sebelumnya masjid tidak mengadakan solat jumat karena belum layak..
Alhamdulillaah..
Tercapai harapanmu nak...
Sungguh amanah yang tak ringan menjaga fitrahmu...
Smoga Allah swt selalu menjagamu...
Robij'alnimuqimassholaah wa min dzurriyyati robbana wa taqabbal du'aa...
Berat hatinya melepas ma'enin pulang ke bandung..
Ingin rasanya ia ikut serta...
Namun tetap diantarnya ma'enin tercinta ke depan menunggu angkutan umum..
Ma'enin terus mengingatkan supaya lekas ke masjid untuk solat jumat...
Meski ingin menemani, tapi akhirnya Dzikri berbalik arah lalu berlari kecil ke masjid..
Meninggalkan bunda yang temani ma'enin...
Terenyuh rasanya melihat langkah kakinya ia arahkan ke rumah Allah swt...
Cita2nya yg sejak lama ingin solat di masjid dekat rumah akhirnya tercapai juga setelah sebelumnya masjid tidak mengadakan solat jumat karena belum layak..
Alhamdulillaah..
Tercapai harapanmu nak...
Sungguh amanah yang tak ringan menjaga fitrahmu...
Smoga Allah swt selalu menjagamu...
Robij'alnimuqimassholaah wa min dzurriyyati robbana wa taqabbal du'aa...
Rabu, 22 Juni 2016
Tunaikan Hak Allah swt, Kesampingkan Dunia yang Fana
Ya bisnis itu bukan perkara untung rugi tapi juga surga neraka...
Bagaimana kita bisa melakukannya dengan jujur, sesuai syariatNya dan tentu selalu tunaikan hakNya terlebih dahulu...
Seringkali godaan datang ketika sedang asyik berniaga, lalu adzan berkumandang.
Antara melanjutkan penawaran atau bergegas memenuhi panggilan. ..
Lalu teringat firman Allah swt dalam al Qur'an
رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ (37) لِيَجْزِيَهُمُ اللَّهُ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ (38)
“(37) Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah dan (dari) mendirikan shalat dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (38) (Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (QS An-Nuur: 37-38).
Ah...
Semoga diri ini tidak termasuk pada yang lalai lagi abai...
Seperti para sahabat Rasulullah yang selalu mendahulukan hak-hak Allah swt jauh diatas segalanya....
Tidak terlena oleh kepentingan dunia yang fana....
Malu rasanya ketika mengesampingkan hak Allah swt, padahal Allah jualah yang Maha Memberikan Rezeki bagi siapa yang dikehendakiNya...
Sebuah nasihat datang dari guru kita semua..
"Rezeki itu datangnya dari Allah, bukan dari gigihnya ikhtiar kita. Kalau Allah tidak ridha dengan ikhtiar kita belum tentu kita mendapat rezekinya apalagi keberkahannya..." (AaGym)
Nasihat yang juga mengingatkanku untuk menjauhkan diri dari sikap sombong dan lalai dari mengingat Allah swt....
Semoga para pedagang muslim semua dijauhkan dari sikap sombong dan lalai sehingga segala ikhtiarnya membawa ridha dan keberkahan dari Allah swt....
Aamiin..
Bagaimana kita bisa melakukannya dengan jujur, sesuai syariatNya dan tentu selalu tunaikan hakNya terlebih dahulu...
Seringkali godaan datang ketika sedang asyik berniaga, lalu adzan berkumandang.
Antara melanjutkan penawaran atau bergegas memenuhi panggilan. ..
Lalu teringat firman Allah swt dalam al Qur'an
رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ (37) لِيَجْزِيَهُمُ اللَّهُ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ (38)
“(37) Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah dan (dari) mendirikan shalat dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (38) (Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (QS An-Nuur: 37-38).
Ah...
Semoga diri ini tidak termasuk pada yang lalai lagi abai...
Seperti para sahabat Rasulullah yang selalu mendahulukan hak-hak Allah swt jauh diatas segalanya....
Tidak terlena oleh kepentingan dunia yang fana....
Malu rasanya ketika mengesampingkan hak Allah swt, padahal Allah jualah yang Maha Memberikan Rezeki bagi siapa yang dikehendakiNya...
Sebuah nasihat datang dari guru kita semua..
"Rezeki itu datangnya dari Allah, bukan dari gigihnya ikhtiar kita. Kalau Allah tidak ridha dengan ikhtiar kita belum tentu kita mendapat rezekinya apalagi keberkahannya..." (AaGym)
Nasihat yang juga mengingatkanku untuk menjauhkan diri dari sikap sombong dan lalai dari mengingat Allah swt....
Semoga para pedagang muslim semua dijauhkan dari sikap sombong dan lalai sehingga segala ikhtiarnya membawa ridha dan keberkahan dari Allah swt....
Aamiin..
Selasa, 21 Juni 2016
Pengalaman VBAC (Persalinan Anak Ke-3)
Rabu, 6 April 2016 mulai merasakan 'gelombang cinta' perlahan hadir memberi pertanda...
Jelang malam memberi kabar pada suami bahwa adek di perut nungguin ayahnya...
Malam itu pun dilalui dengan banyak berjalan mondar mandir di dalam ramah, tak bisa tidur nyenyak.
7 April 2016 (38w1d)
Pukul 06.30 pagi karena tak tahan, akhirnya beranjak ke RS meminjam mobil tetangga...
Alhamdulillah. .
Sampai RS, suster/bidan melakukan VT.
Kalau masih pembukaan 1-2 bidan menyarankan untuk pulang. Katanya siapa tahu baru minggu depan lahir pas dr.Sofani, dokter kandunganku sudah kembali dari cutinya.
Ah tapi rasanya sudah sakit sekali.
Ternyata masuk pembukaan 3 dan sudah tidak boleh pulang.
Alhamdulillah sudah packing sejak seminggu sebelumnya, jadi lebih tenang...
Dzikri yg awalnya mau sekolah, mendengar adiknya akan lahir akhirnya urung sekolah. Lebih milih menemani bunda ke RS.
Setelah sarapan pagi, mulailah berjalan lagi mondar mandir di dalam RS sambil sesekali jongkok berdiri. Terkadang diselingi istirahat dengan merebahkan tubuh di kasur sambil miring ke kiri.
Suster2 di sana baik dan ramah, memberi support dan menyemangatiku.
Sementara suami mengurus keperluan Dzikri dan membawanya pulang ke rumah karena berdiam di RS kurang baik untuknya.
Siang harinya dokter pengganti yang direferensikan dr. Sofani datang. Aku memilih dr. Marisa karena pernah kontrol kandungan sekali dengannya saat dr. Sofani cuti juga.
dr. Marisa melakukan VT dan ternyata masih di pembukaan 3 namun longgar. Alhamdulillah dokternya baik dan juga mensupport untuk bisa melahirkan normal. Katanya, inSyaAllah paling lama malam ini lahir asalkan banyak gerak, coba jalan...
Padahal tadinya sempat ragu, ketika seminggu sebelumnya, terakhir kontrol dengan dr. Sofani, beliau bilang akan cuti selama 10 hari. Sudah bertekad kuat untuk vbac dan merasa beliau dokter yang tepat karena pro vbac dan sangat mensupport persalinan normal. Hasil kontrol terakhir kata beliau tinggal menunggu kontraksi.. Rasanya tidak mungkin menunggu beliau selesai cuti karena sudah masuk minggu ke 37 (dari pengalaman 2x melahirkan biasanya di minggu 37 menuju 38). Tapi suami mengingatkan bahwa semuanya adalah kuasa Allah swt siapapun nakesnya yang akan mendampingi persalinan nanti.
Iya ya..
Jadi teringat QS. Al Hajj Ayat 5 yang artinya:
"Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami KELUARKAN kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah."
Hanya kepada Allah swt tempat bergantung. Rasanya iman ini sedang diuji...
Lanjut lagi..
Setelah diperiksa dokter, aku lalu berjalan2 lagi sambil mengulang2 surat Maryam, membayangkan bagaimana Bunda Maryam yang merasakan sakitnya akan melahirkan. Jadi semakin termotivasi. Amat menanti2 gelombang cinta yang intens dan kuat meskipun rasanya sakiit sekali.. lebih sakit dari yang pernah kurasakan dulu pada anak pertama, Dzikri.
Sambil terus menghitung jarak dan waktu kontraksi. Kata sahabatku yang seorang bidan, kontraksi yang bagus jika selama 10 menit terjadi sebanyak 3x dengan durasi minimal 30-40 detik. Ya.. masih harus berjuang..
Sempat seorang ibu yang sedang menjenguk anaknya menghampiriku, mengusap2 punggungku sambil berkata "mau melahirkan ya? Sabar ya, jihad..."
Subhanallah saat2 seperti ini memang menenangkan ketika ada yang memberi semangat.
Sekitar pukul 1 siang setelah beristirahat, aku memutuskan untuk pergi sendiri ke mushola yang letaknya di basement RS, karena suami belum juga datang.
Sengaja menggunakan tangga agar kontraksi semakin intens. Sepanjang jalan ke mushola 2-3x kontraksi terasa. Ketika solat pun sempat terasa.
Alhamdulillah jelang ashar suami datang dan Dzikri dijemput oleh adik ipar sehingga suami bisa fokus untuk mendampingiku.
Sempat berjalan lagi di koridor RS, ketika kontraksi datang, seorang suster menyapa. Saat itu aku sedang kesakitan sampai hampir menangis. Suster menyarankan untuk beristirahat dan tidur miring ke kiri.
Akhirnya aku mengikuti saran suster.
Setiap kali kontraksi datang kupegang tangan suami erat2 sambil memeluknya. Rasanya amaat tertolong.
Suamiku juga membantuku untuk solat ashar yang kali ini kukerjakan di samping tempat tidur.
Sekitar pukul 16.00 kuminta suami memanggil suster karena kontraksi semakin intens dan ada rasa ingin mengejan. Ketika dicek ternyata sudah pembukaan 5, sudah masuk fase aktif. Aku diminta untuk bersiap2 ke ruang bersalin. Tak lama ibu mertua pun datang, lalu mengusap2 punggungku yg sedang kesakitan. Alhamdulillah masih kuat untuk berjalan ke ruang bersalin.
Pk. 17.00 bidan memeriksa dan ternyata sudah pembukaan lengkap (itu yang kudengar saat ia menelpon rekannya untuk ikut mendampinginya).
Rasa mengejan amat kuat tapi harus ditahan..
Bidan bilang masih pembukaan 8, padahal menunggu dokter datang.
"Jadi harus gimana suster?" Aku bilang sambil meremas tangan suster karena menahan sakit dan menahan diri untuk tidak mengejan. Suster membimbing untuk menarik nafas lewat hidung dan mengeluarkannya lewat mulut. Awalnya kulakukan perlahan, tapi tidak membantu. Ketika kulakukan dengan cepat dan terputus2 (tarik nafas-buang nafas), alhamdulillah cukup membantu. Sambil kuulang2 ayat al Quran "tsummassabiila yassaroh" (kemudian Dia memudahkan jalannya... QS. 'Abasa: 20) yang membuatku semakin kuat.
Sampai akhirnya dokter datang, langsung melakukan VT "ini sudah lengkap, ibu kalau mules langsung ngeden ya" begitu katanya.
Aku langsung disiapkan dengan posisi melahirkan. Kedua kaki diangkat, tangan kanan diapit kaki kanan, tangan kiri memegang dan menahan kaki kiri. Jika mules hilang, maka kaki diturunkan. Mules yang pertama, bayi belum berhasil keluar,
Alhamdulillah saat mules yang kedua, setelah mengejan putus sambung dan dokter melakukan episiotomi, bayi pun lahir.....
Allah swt jualah yang kuasa keluarkannya dari rahim ini....
Amat bersyukur karena kali ini suami mendampingi saat bersalin. Memeluk dan memberi semangat bahwa ini jihadku...
Sampai saatku dijahit suami tak tahan dan memilih menunggu di luar. Ketika itu bayi terbaring di dadaku. Tertidur...
Setelah selesai dijahit ibu mertua baru masuk ke ruangan...
Sang bayi setelah diazani oleh suami lalu menyusu cukup lama...
Alhamdulillah. ..
Langsung bisa jalan sendiri ke kamar mandi. Malamnya pindah ke ruang rawat yang baru di lt.4.
Sungguh amat berkesan...
Alhamdulillah semuanya kuasa Allah swt...
Syarat2 vbac nya terpenuhi (ketebalan rahim bagus 6mm-syarat min. 3,5mm, kepala janin di bawah, tidak ada lilitan, hasil lab bagus, tekanan darah normal, berat bayi tidak terlalu besar, ketika melahirkan tidak diinduksi), nakesnya pro vbac dan RS nya juga memadai...
Kalau dari diri sendiri dari awal berpositif thinking untuk bisa normal..
Yakin dengan kuasa Allah swt...
Tadabbur kisah maryam..
Minta support suami dan orang terdekat..
Cerita rencana vbac hanya pada orang yang kira2 support, supaya ga down😁.
Ikut grup persalinan maryam juga amat membantu, banyak tambah ilmu, dan saudara yang saling memberi semangat.
Hamil kali ini rutin mengkonsumsi kurma minimal 7 butir setiap dhuha (saat akan melahirkan pun masih sempat mengkonsumsinya dan sehari sebelum melahirkan masih sempat bayar hutang puasa, sahurnya juga makan kurma alhamdulillah terasa lebih kuat), minum minyak zaitun, spirulina dan gamat.
Alhamdulillah. ...
Alhamdulillah. ...
Semuanya kuasa Allah swt...
Jelang malam memberi kabar pada suami bahwa adek di perut nungguin ayahnya...
Malam itu pun dilalui dengan banyak berjalan mondar mandir di dalam ramah, tak bisa tidur nyenyak.
7 April 2016 (38w1d)
Pukul 06.30 pagi karena tak tahan, akhirnya beranjak ke RS meminjam mobil tetangga...
Alhamdulillah. .
Sampai RS, suster/bidan melakukan VT.
Kalau masih pembukaan 1-2 bidan menyarankan untuk pulang. Katanya siapa tahu baru minggu depan lahir pas dr.Sofani, dokter kandunganku sudah kembali dari cutinya.
Ah tapi rasanya sudah sakit sekali.
Ternyata masuk pembukaan 3 dan sudah tidak boleh pulang.
Alhamdulillah sudah packing sejak seminggu sebelumnya, jadi lebih tenang...
Dzikri yg awalnya mau sekolah, mendengar adiknya akan lahir akhirnya urung sekolah. Lebih milih menemani bunda ke RS.
Setelah sarapan pagi, mulailah berjalan lagi mondar mandir di dalam RS sambil sesekali jongkok berdiri. Terkadang diselingi istirahat dengan merebahkan tubuh di kasur sambil miring ke kiri.
Suster2 di sana baik dan ramah, memberi support dan menyemangatiku.
Sementara suami mengurus keperluan Dzikri dan membawanya pulang ke rumah karena berdiam di RS kurang baik untuknya.
Siang harinya dokter pengganti yang direferensikan dr. Sofani datang. Aku memilih dr. Marisa karena pernah kontrol kandungan sekali dengannya saat dr. Sofani cuti juga.
dr. Marisa melakukan VT dan ternyata masih di pembukaan 3 namun longgar. Alhamdulillah dokternya baik dan juga mensupport untuk bisa melahirkan normal. Katanya, inSyaAllah paling lama malam ini lahir asalkan banyak gerak, coba jalan...
Padahal tadinya sempat ragu, ketika seminggu sebelumnya, terakhir kontrol dengan dr. Sofani, beliau bilang akan cuti selama 10 hari. Sudah bertekad kuat untuk vbac dan merasa beliau dokter yang tepat karena pro vbac dan sangat mensupport persalinan normal. Hasil kontrol terakhir kata beliau tinggal menunggu kontraksi.. Rasanya tidak mungkin menunggu beliau selesai cuti karena sudah masuk minggu ke 37 (dari pengalaman 2x melahirkan biasanya di minggu 37 menuju 38). Tapi suami mengingatkan bahwa semuanya adalah kuasa Allah swt siapapun nakesnya yang akan mendampingi persalinan nanti.
Iya ya..
Jadi teringat QS. Al Hajj Ayat 5 yang artinya:
"Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami KELUARKAN kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah."
Hanya kepada Allah swt tempat bergantung. Rasanya iman ini sedang diuji...
Lanjut lagi..
Setelah diperiksa dokter, aku lalu berjalan2 lagi sambil mengulang2 surat Maryam, membayangkan bagaimana Bunda Maryam yang merasakan sakitnya akan melahirkan. Jadi semakin termotivasi. Amat menanti2 gelombang cinta yang intens dan kuat meskipun rasanya sakiit sekali.. lebih sakit dari yang pernah kurasakan dulu pada anak pertama, Dzikri.
Sambil terus menghitung jarak dan waktu kontraksi. Kata sahabatku yang seorang bidan, kontraksi yang bagus jika selama 10 menit terjadi sebanyak 3x dengan durasi minimal 30-40 detik. Ya.. masih harus berjuang..
Sempat seorang ibu yang sedang menjenguk anaknya menghampiriku, mengusap2 punggungku sambil berkata "mau melahirkan ya? Sabar ya, jihad..."
Subhanallah saat2 seperti ini memang menenangkan ketika ada yang memberi semangat.
Sekitar pukul 1 siang setelah beristirahat, aku memutuskan untuk pergi sendiri ke mushola yang letaknya di basement RS, karena suami belum juga datang.
Sengaja menggunakan tangga agar kontraksi semakin intens. Sepanjang jalan ke mushola 2-3x kontraksi terasa. Ketika solat pun sempat terasa.
Alhamdulillah jelang ashar suami datang dan Dzikri dijemput oleh adik ipar sehingga suami bisa fokus untuk mendampingiku.
Sempat berjalan lagi di koridor RS, ketika kontraksi datang, seorang suster menyapa. Saat itu aku sedang kesakitan sampai hampir menangis. Suster menyarankan untuk beristirahat dan tidur miring ke kiri.
Akhirnya aku mengikuti saran suster.
Setiap kali kontraksi datang kupegang tangan suami erat2 sambil memeluknya. Rasanya amaat tertolong.
Suamiku juga membantuku untuk solat ashar yang kali ini kukerjakan di samping tempat tidur.
Sekitar pukul 16.00 kuminta suami memanggil suster karena kontraksi semakin intens dan ada rasa ingin mengejan. Ketika dicek ternyata sudah pembukaan 5, sudah masuk fase aktif. Aku diminta untuk bersiap2 ke ruang bersalin. Tak lama ibu mertua pun datang, lalu mengusap2 punggungku yg sedang kesakitan. Alhamdulillah masih kuat untuk berjalan ke ruang bersalin.
Pk. 17.00 bidan memeriksa dan ternyata sudah pembukaan lengkap (itu yang kudengar saat ia menelpon rekannya untuk ikut mendampinginya).
Rasa mengejan amat kuat tapi harus ditahan..
Bidan bilang masih pembukaan 8, padahal menunggu dokter datang.
"Jadi harus gimana suster?" Aku bilang sambil meremas tangan suster karena menahan sakit dan menahan diri untuk tidak mengejan. Suster membimbing untuk menarik nafas lewat hidung dan mengeluarkannya lewat mulut. Awalnya kulakukan perlahan, tapi tidak membantu. Ketika kulakukan dengan cepat dan terputus2 (tarik nafas-buang nafas), alhamdulillah cukup membantu. Sambil kuulang2 ayat al Quran "tsummassabiila yassaroh" (kemudian Dia memudahkan jalannya... QS. 'Abasa: 20) yang membuatku semakin kuat.
Sampai akhirnya dokter datang, langsung melakukan VT "ini sudah lengkap, ibu kalau mules langsung ngeden ya" begitu katanya.
Aku langsung disiapkan dengan posisi melahirkan. Kedua kaki diangkat, tangan kanan diapit kaki kanan, tangan kiri memegang dan menahan kaki kiri. Jika mules hilang, maka kaki diturunkan. Mules yang pertama, bayi belum berhasil keluar,
Alhamdulillah saat mules yang kedua, setelah mengejan putus sambung dan dokter melakukan episiotomi, bayi pun lahir.....
Allah swt jualah yang kuasa keluarkannya dari rahim ini....
Amat bersyukur karena kali ini suami mendampingi saat bersalin. Memeluk dan memberi semangat bahwa ini jihadku...
Sampai saatku dijahit suami tak tahan dan memilih menunggu di luar. Ketika itu bayi terbaring di dadaku. Tertidur...
Setelah selesai dijahit ibu mertua baru masuk ke ruangan...
Sang bayi setelah diazani oleh suami lalu menyusu cukup lama...
Alhamdulillah. ..
Langsung bisa jalan sendiri ke kamar mandi. Malamnya pindah ke ruang rawat yang baru di lt.4.
Sungguh amat berkesan...
Alhamdulillah semuanya kuasa Allah swt...
Syarat2 vbac nya terpenuhi (ketebalan rahim bagus 6mm-syarat min. 3,5mm, kepala janin di bawah, tidak ada lilitan, hasil lab bagus, tekanan darah normal, berat bayi tidak terlalu besar, ketika melahirkan tidak diinduksi), nakesnya pro vbac dan RS nya juga memadai...
Kalau dari diri sendiri dari awal berpositif thinking untuk bisa normal..
Yakin dengan kuasa Allah swt...
Tadabbur kisah maryam..
Minta support suami dan orang terdekat..
Cerita rencana vbac hanya pada orang yang kira2 support, supaya ga down😁.
Ikut grup persalinan maryam juga amat membantu, banyak tambah ilmu, dan saudara yang saling memberi semangat.
Hamil kali ini rutin mengkonsumsi kurma minimal 7 butir setiap dhuha (saat akan melahirkan pun masih sempat mengkonsumsinya dan sehari sebelum melahirkan masih sempat bayar hutang puasa, sahurnya juga makan kurma alhamdulillah terasa lebih kuat), minum minyak zaitun, spirulina dan gamat.
Alhamdulillah. ...
Alhamdulillah. ...
Semuanya kuasa Allah swt...
Selasa, 26 April 2016
Kehamilan Ke-3 yang Menyenangkan...
Akhir2 ramadhan 2015, rasanya ingin punya anak lagi. Cari2 dokter tempat kontrol kehamilan dan yang bantu lahiran anak pertama dan ke 2. Beliau ga praktek lagi di RSB tempat lahiran dulu. Browsing2 di internet, alhamdulillah ketemu juga. Ketemu beliau dimulai dengan cerita tentang kematian anak ke-2, lalu konsul tentang rencana hamil. Akhirnya disarankan lepas IUD saat itu (pas haid lagi banyak2nya).
Alhamdulillah ternyata setelah itu telat haid, dan saat testpack di rumah mamah di bandung hasilnya positif😊.
Kehamilan yg ke 3 ini rasanya lebih tenang, lebih stabil dan lebih sehat. Ya meskipun pasti ada moment g mood, sensitif, marah2..heu2...
Tapi alhamdulillah rasanya lebih ringan...
Dzikri udah lebih ngerti dan antusias dengan perkembangan calon adiknya...
Ayahnya juga lebih sayang dan perhatian.
Waktu USG pertama, Dzikri bilang "kok cuma 1? Kenapa ga 7?"
Dokter dan semua yang ada di ruangan bingung lalu mencerna maksudnya Dzikri. Rupanya Dzikri ingin punya adik 7 sekaligus. Hihi..
Di rumah ditanya kenapa mesti 7? Jawabnya "supaya kalau solat, nanti Dzikri jadi imamnya terus yang bilang 'Aamiin'nya jadi banyak".
MaSyaAllah nak...😊.
Alhamdulillah... Meski pengalaman sebelumnya dengan alm., rasanya ga trauma hamil lagi. Justru lebih menjaga dan memang percaya ga percaya juga Allah swt kasih kepercayaan lagi.
Hamil kali ini tetap dengan mual2 di trimester pertama, meski jarang sekali sampai muntah.
Sering sekali ingin makan sate padang...
Ga lupa setiap hamil maunya makan awug. Hehe...
Sekarang mau apa2 pasti bilang sama suami. Sebisa mungkin suami penuhi.
Kehamilan yang ketiga ini juga konsumsi berbagai suplemen herbal.
Spirulina, gamat, omega, minyak zaitun dan kurma minimal 7 butir setiap dhuha. Vitamin dari dokter juga diminum (kalsium dan asam folat).
Ga ketinggalan sayur dan buah harus ada setiap hari.
Trimester 3 cek lab dan hasilnya kadar protein kurang jadi disuruh makan2an tinggi protein, minimal 3 putih telur setiap hari. Hemoglobin juga kurang sedikit jadi harus konsumsi vitamin penambah darah dan makanan yang bisa tingkatin hb.
Oya, karena lahiran alm anak ke-2 dengan proses sc, kali ini, dari awal kehamilan benar2 diniatkan untuk bisa normal (vbac). Kata dokter bisa, yang penting punya tekad kuat. Berat janin g melebihi berat anak yang dilahirkan normal (Dzikri lahir 3,1 kg). Jadilah jaga2 berat. Usahakan ga banyak konsumsi karbohidrat terutama di malam hari. Kalau lapar malam2, cukup makan buah.
Selama hamil sempat sakit meriang dan batuk. Saat itu suami sedang dinas dan ga pulang 2 hari. Dzikri juga rewel karena ingin sekolah. Terpaksa tetap antar jemput ke sekolah. Alhamdulillah masih kuat.
Awalnya minum campuran kencur, jahe, jeruk nipis dan madu. Banyak2 minum air hangat. Lalu konsumsi madu batuk yang dibelikan suami. Alhamdulillah cocok. Mamah juga datang dari bandung, masak sup rempah.
Pas hampir sehat, eh..gantian Dzikri yang sakit....
Alhamdulillah seminggu kemudian sehat. Di sekolahnya teman2nya memang bergantian sakit, batuk dan pilek.
Hamil kali ini juga kenaikan berat badan hanya 7 kg. Sempat khawatir juga ketika kontrol berat badan ga naik. Tapi ternyata berat janin normal. Mungkin itu juga yang bikin terasa ringan. Banyak yang bilang hamilnya kecil atau malah ga percaya kalau lagi hamìl. Naik kereta jugà ďibiarin berdiri.
Oya...
Selama hamil ini selalu stel murattal di rumah. Pas suami juga lagi jualan digital murattal al Quran. Alhamdulillah membantu banget. Kalau tidur pun distel karena siapa tahu justru yang di dalam perut lagi terjaga dan mendengarkan.
Tak lupa tadabbur kisah maryam dan hafalan surat maryam yang indah sekali isinya. Menambah motivasi dan keyakinan terhadap Allah swt khususnya tentang kehamilan dan persalinan. Alhamdulillah tambah wawasan dan saudara juga dengan bergabung di grup wa persalinan maryam.
Alhamdulillah ternyata setelah itu telat haid, dan saat testpack di rumah mamah di bandung hasilnya positif😊.
Kehamilan yg ke 3 ini rasanya lebih tenang, lebih stabil dan lebih sehat. Ya meskipun pasti ada moment g mood, sensitif, marah2..heu2...
Tapi alhamdulillah rasanya lebih ringan...
Dzikri udah lebih ngerti dan antusias dengan perkembangan calon adiknya...
Ayahnya juga lebih sayang dan perhatian.
Waktu USG pertama, Dzikri bilang "kok cuma 1? Kenapa ga 7?"
Dokter dan semua yang ada di ruangan bingung lalu mencerna maksudnya Dzikri. Rupanya Dzikri ingin punya adik 7 sekaligus. Hihi..
Di rumah ditanya kenapa mesti 7? Jawabnya "supaya kalau solat, nanti Dzikri jadi imamnya terus yang bilang 'Aamiin'nya jadi banyak".
MaSyaAllah nak...😊.
Alhamdulillah... Meski pengalaman sebelumnya dengan alm., rasanya ga trauma hamil lagi. Justru lebih menjaga dan memang percaya ga percaya juga Allah swt kasih kepercayaan lagi.
Hamil kali ini tetap dengan mual2 di trimester pertama, meski jarang sekali sampai muntah.
Sering sekali ingin makan sate padang...
Ga lupa setiap hamil maunya makan awug. Hehe...
Sekarang mau apa2 pasti bilang sama suami. Sebisa mungkin suami penuhi.
Kehamilan yang ketiga ini juga konsumsi berbagai suplemen herbal.
Spirulina, gamat, omega, minyak zaitun dan kurma minimal 7 butir setiap dhuha. Vitamin dari dokter juga diminum (kalsium dan asam folat).
Ga ketinggalan sayur dan buah harus ada setiap hari.
Trimester 3 cek lab dan hasilnya kadar protein kurang jadi disuruh makan2an tinggi protein, minimal 3 putih telur setiap hari. Hemoglobin juga kurang sedikit jadi harus konsumsi vitamin penambah darah dan makanan yang bisa tingkatin hb.
Oya, karena lahiran alm anak ke-2 dengan proses sc, kali ini, dari awal kehamilan benar2 diniatkan untuk bisa normal (vbac). Kata dokter bisa, yang penting punya tekad kuat. Berat janin g melebihi berat anak yang dilahirkan normal (Dzikri lahir 3,1 kg). Jadilah jaga2 berat. Usahakan ga banyak konsumsi karbohidrat terutama di malam hari. Kalau lapar malam2, cukup makan buah.
Selama hamil sempat sakit meriang dan batuk. Saat itu suami sedang dinas dan ga pulang 2 hari. Dzikri juga rewel karena ingin sekolah. Terpaksa tetap antar jemput ke sekolah. Alhamdulillah masih kuat.
Awalnya minum campuran kencur, jahe, jeruk nipis dan madu. Banyak2 minum air hangat. Lalu konsumsi madu batuk yang dibelikan suami. Alhamdulillah cocok. Mamah juga datang dari bandung, masak sup rempah.
Pas hampir sehat, eh..gantian Dzikri yang sakit....
Alhamdulillah seminggu kemudian sehat. Di sekolahnya teman2nya memang bergantian sakit, batuk dan pilek.
Hamil kali ini juga kenaikan berat badan hanya 7 kg. Sempat khawatir juga ketika kontrol berat badan ga naik. Tapi ternyata berat janin normal. Mungkin itu juga yang bikin terasa ringan. Banyak yang bilang hamilnya kecil atau malah ga percaya kalau lagi hamìl. Naik kereta jugà ďibiarin berdiri.
Oya...
Selama hamil ini selalu stel murattal di rumah. Pas suami juga lagi jualan digital murattal al Quran. Alhamdulillah membantu banget. Kalau tidur pun distel karena siapa tahu justru yang di dalam perut lagi terjaga dan mendengarkan.
Tak lupa tadabbur kisah maryam dan hafalan surat maryam yang indah sekali isinya. Menambah motivasi dan keyakinan terhadap Allah swt khususnya tentang kehamilan dan persalinan. Alhamdulillah tambah wawasan dan saudara juga dengan bergabung di grup wa persalinan maryam.
Jumat, 26 Februari 2016
Membangun Peradaban Islam dari Rumah ke Sekolah
✨MEMBANGUN PERADABAN ISLAM DARI RUMAH KE SEKOLAH ✨
Oleh : Ust Budi Ashari
Senin, 8 Februari 2016
(Copas, sumber?)
Kebangkitan peradaban Islam yang sudah dijanjikan Rasulullah sejak 15 abad yg lalu BERMULA DARI RUMAH
Selama org tua masih terlalu berharap besar pada sekolah, selama orang tua hanya berpikir sekolah mana yg paling bagus, maka kebangkitan masih jauh..
🏡 Rumah harus memiliki peran yang lebih besar dibanding sekolah..
Di zaman Rasul, rumah adalah sekolah yang lengkap.
Betapa banyak anak yg belajar ilmu tertentu dari Bapaknya, Ibunya, Kakeknya, Pamannya, Kakaknya..
🏫 Sekolah memang memiliki peran yg sgt besar dalam Islam. Dulu, pesantren bisa menggerakkan negara, "on off" nya negara ada di pesantren.. Sekarang??
Artinya, kita saat ini di rumah bermasalah, di sekolah bermasalah.. 😱
Pikirkan, bagaimana pertanggungjawaban kita di hadapan Allah sebagai orang tua kelak? Apakah kita bisa menjawab "sudah saya serahkan ke sekolah ya Allah" ketika diminta pertanggung jawaban tentang anak2 kita..
Ketika terjadi permasalahan pada anak2 kita, dulu narkoba, sekarang LGBT, kita ketakutan..Kalau terjadi pada anak2 kita, mau menyalahkan siapa? menyalahkan sekolah? Yg harus bertanggung jawab pertama adalah ayah ibunya.. 😭
🏠🏠🏠🏠🏠
Ketika kita mau membangun peradaban dari rumah kita, pelajari bagaimana Al Qur'an berbicara tentang rumah,
1. Baytun بَيْتٌ (rumah)
memiliki akar kata بات artinya bermalam/menginap.
Rumah harus bisa menjadi tempat menginap/bermalam yang nyaman. Di Al Qur'an malam hari merupakan waktu beristirahat. Rumah harus bisa menjadi tempat beristirahat di malam hari dengan tenang. Kita tak akan nyaman dan tenang menginap di rumah yang penuh pertengkaran.
2. Maskana مَسْكَنَ (tempat tinggal)
berasal dari kata sakana, sukun..
Dalam membaca Al Qur'an, huruf sukun artinya huruf yang ditenangkan setelah huruf sebelumnya berbunyi/bergerak..
Sakinah tenang..
Rumah harus menenangkan penghuninya setelah beraktivitas di luar rumah.. Ketika berada di rumah penghuni merasa tenang..
3. Baytullah/Masjid
Terkadang Allah menyebut buyuutin, yg bermakna masjid.. Baytullah, rumah Allah. Harus ada kaitan antara rumah kita dgn rumah Allah..
👨 Qs 4:34 setelah ayat tentang masjid, Allah menyebutkan kata Rijaal, artinya kalau kamu laki2, kamu harus ke masjid..
Rijal tidak bermakna laki-laki saja, tapi juga berasal dari kata rojuulah artinya jantan..
Artinya jika kamu laki2 dan "benar2 laki2" maka ke masjid..
Maka para ayah jangan pernah memberikan anak perempuannya ke laki2 yg tidak ke masjid..
Berikutnya Allah Membahas tentang pekerjaan..
Secara fitrah, laki2 yg menjadi pembicaraan di antaranya adalah pekerjaan..
Kalau ibu2 secara fitrah yg dibicarakan anak2nya..
Ini fitrah yg sering kita lawan..
Maka wanita jangan melawan fitrah itu dengan bekerja keluar meninggalkan anak-anaknya.. Fitrah ibu adalah bersama anak2nya.,
🌟Betapa pentingnya memiliki rumah yang menjadi maskana, tempat sakinah, keamanan, ketenangan..
✨Doa Nabi Ibrahim ketika akan meninggalkan Siti Hajar di Mekkah sangat panjang..
Bekal yg dibawa hanya sekantung air dan sekantung kurma..
Tapi yg pertama diminta adalah tempat tinggal keluarganya sebagai tempat yg aman, nyaman, tenang (Rabbanaj'al haadzal balada aamina).. lalu soal aqidah... baru meminta soal rezeki..
Nyaman itu bukan karena luas, AC, listrik dsb..
Nyaman itu letaknya di hati dan tidak bisa dibeli..
✨Di surat At Tahrim, Asiah istri Fir'aun hidup di istana megah tapi tidak merasa aman, tidak nyaman, tidak selamat. Sehingga meminta dibangunkan rumah di surga.. Karena itu yg tidak diperolehnya di dunia..
🏡3 jenis rumah yang Allah jelaskan di Al Qur'an :
1⃣. Negeri Saba'
Baldatun thoyibatun wa rabbun ghafur --> negeri Saba'.. tidak ada hama, wabah penyakit, dsb
Di Al quran dikisahkan kota yg kebun-kebunnya diserang dgn hama tikus. Kebun yg semula menumbuhkan tanaman dan buah2an yg lezat setelah diserang tetap tumbuh tanaman, tetapi buahnya pahit dan tidak bisa dimakan, hanya untuk memandikan mayat..
Negeri yg tadinya subur, makmur, menjadi hancur..
2⃣. Kaum Tsamud
Qs Al Hijr -> Ashabul Hijr adalah kaum Tsamud..
Rumah2nya sangat megah dgn arsitektur luar biasa tetapi Rasulullah pun tidak mengizinkan ummatnya berlama2 di situ karena bekas tempat adzab..
Rumah mereka dulunya aaminiin, aman, temboknya tebal, sulit ditembus, tapi ternyata rumah mereka adalah kuburan mereka. Karena Allah Mengadzab mereka di dalam rumah mereka..
Rumah yg tidak pernah dibacakan Al Quran di dalamnya adalah seperti kuburan..
Rumah yang seperti kuburan adalah rumah yg digemari setan..
Rasulullah bersabda : "Shalat laki2 yg terbaik di rumahnya, kecuali yg wajib".. "Rumah yg dibacakan Al Baqarah, maka setan lari dari rumah tsb"..
Maka, agar rumah kita tidak seperti kuburan dan digemari setan, perbanyak shalat untuk perempuan, shalat sunnah untuk laki2, dan membaca Al Qur'an..
3⃣. Dua rumah binatang yg bertolak belakang
🐞a. Rumah Laba2
"Org2 yg menjadikan wali2 lain slain Allah seperti laba2 yg membuat rumah, dan rumah yg paling lemah adalah rumah laba2 sekiranya mereka tau."
Fakta ilmiah menunjukkan serat sarang laba2 lebih kuat dan lebih lentur dibandingkan sutra.. Makanya binatang yg tertangkap di sarang laba2 susah lepasnya..
Kalau bahannya kuat kenapa Allah menyebutnya rumah paling lemah?
Karena rumah itu oleh laba2 hanya digunakan sebagai jebakan. Rumah isinya hanya untuk saling menjebak, saling menjerat..
"Laba2 yg membuat rumah" di Al Qur'an menggunakan kata ganti perempuan.. Hasil penelitian membuktikan bahwa yg mengeluarkan serat untuk membangun rumah adalah betina..
Sementara di ayat lain, "perempuan bertanggung jawab atas rumah suaminya". Rumah semestinya milik suami, ada qawwamah, perempuan bertanggung jawab memelihara rumah milik suaminya..
Pada laba2, hilangnya qawwamah karena betina yg membuat rumah.. Betina menjadi angkuh luar biasa. Setelah dibuahi, betina berusaha membunuh jantan.. Karena itu setelah membuahi, jantan secepatnya kabur meninggalkan sarang. Jantan hanya bertugas membuahi..
Rumah menjadi lemah bukan karena fisiknya, tapi karena sistemnya.. Lemah karena hubungan antara anggota keluarganya. Laki2 tdk ada tanggung jawab, yg perempuan angkuh seperti Firaun, anak2 saling berkelahi..
Ketika perempuan yg memimpin tinggal menunggu waktu untuk hancur..
Anak laba2 setelah lahir dibungkus bersama2 di kantung yg sempit. Untuk bisa keluar harus saling membunuh. Yg bisa keluar adalah yg berhasil membunuh saudara2nya.
Kalau anak2 kita hanya sibuk berkelahi tentang makanan dan tempat tinggal, harta benda dan warisan, ini seperti anak laba-laba.
Setelah keluar, laba2 betina juga berusaha membunuh anaknya. Karena masa lalunya buruk, maka setelah anak laba2 besar, sesama saudara akan saling berkelahi, kalau betina akan angkuh seperti ibunya, kalau jantan akan tidak bertanggung jawab seperti bapaknya..
Hilangnya qawwamah laki2 menjadi catatan yg sangat penting..
Pelajari qawwamah laki2 di tafsir 4:34.. bekali anak2 kita ttg qawwamah..
33:37 ttg perceraian org mulia, Zaid dan Zainab, akibat hilangnya qawwamah zaid karena jauhnya perbedaan zaid dan zainab..
🐝b. Rumah Lebah
"Ketika Rabbmu memberikan ilham/wahyu kepada lebah untuk membuat sarangnya"..
Ini adalah contoh rumah yg dibangun dgn bimbingan Allah..
Madu yg kita makan adalah sisa persediaan makanan lebah, sisanya saja sgt bermanfaat..
Hasil dari rumah lebah adalah syifaa-u linnas, bermanfaat untuk manusia..
Hasil dari rumah kita, misalnya anak2 kita, harus menjadi sesuatu yg bermanfaat bagi manusia..
Lebah betina, perannya untuk hamil, melahirkan dan menyusui anak-anaknya.
Di Al Qur'an, 3 poin pada ayat ttg perintah anak yg berbakti adalah hamil, melahirkan, menyusui.. bakti anak ditukar dgn 3 hal luar biasa ini.. Ajarkan pada anak2 perempuan kita betapa mulianya aktivitas2 tersebut di dalam rumah mereka..
Sementara pekerjaan mereka di luar rumah, demi Allah bukan itu kemuliaan mereka..
**********
Wallahu a'lam bish shawab.. Mohon maaf atas kekurangannya 🙏
Oleh : Ust Budi Ashari
Senin, 8 Februari 2016
(Copas, sumber?)
Kebangkitan peradaban Islam yang sudah dijanjikan Rasulullah sejak 15 abad yg lalu BERMULA DARI RUMAH
Selama org tua masih terlalu berharap besar pada sekolah, selama orang tua hanya berpikir sekolah mana yg paling bagus, maka kebangkitan masih jauh..
🏡 Rumah harus memiliki peran yang lebih besar dibanding sekolah..
Di zaman Rasul, rumah adalah sekolah yang lengkap.
Betapa banyak anak yg belajar ilmu tertentu dari Bapaknya, Ibunya, Kakeknya, Pamannya, Kakaknya..
🏫 Sekolah memang memiliki peran yg sgt besar dalam Islam. Dulu, pesantren bisa menggerakkan negara, "on off" nya negara ada di pesantren.. Sekarang??
Artinya, kita saat ini di rumah bermasalah, di sekolah bermasalah.. 😱
Pikirkan, bagaimana pertanggungjawaban kita di hadapan Allah sebagai orang tua kelak? Apakah kita bisa menjawab "sudah saya serahkan ke sekolah ya Allah" ketika diminta pertanggung jawaban tentang anak2 kita..
Ketika terjadi permasalahan pada anak2 kita, dulu narkoba, sekarang LGBT, kita ketakutan..Kalau terjadi pada anak2 kita, mau menyalahkan siapa? menyalahkan sekolah? Yg harus bertanggung jawab pertama adalah ayah ibunya.. 😭
🏠🏠🏠🏠🏠
Ketika kita mau membangun peradaban dari rumah kita, pelajari bagaimana Al Qur'an berbicara tentang rumah,
1. Baytun بَيْتٌ (rumah)
memiliki akar kata بات artinya bermalam/menginap.
Rumah harus bisa menjadi tempat menginap/bermalam yang nyaman. Di Al Qur'an malam hari merupakan waktu beristirahat. Rumah harus bisa menjadi tempat beristirahat di malam hari dengan tenang. Kita tak akan nyaman dan tenang menginap di rumah yang penuh pertengkaran.
2. Maskana مَسْكَنَ (tempat tinggal)
berasal dari kata sakana, sukun..
Dalam membaca Al Qur'an, huruf sukun artinya huruf yang ditenangkan setelah huruf sebelumnya berbunyi/bergerak..
Sakinah tenang..
Rumah harus menenangkan penghuninya setelah beraktivitas di luar rumah.. Ketika berada di rumah penghuni merasa tenang..
3. Baytullah/Masjid
Terkadang Allah menyebut buyuutin, yg bermakna masjid.. Baytullah, rumah Allah. Harus ada kaitan antara rumah kita dgn rumah Allah..
👨 Qs 4:34 setelah ayat tentang masjid, Allah menyebutkan kata Rijaal, artinya kalau kamu laki2, kamu harus ke masjid..
Rijal tidak bermakna laki-laki saja, tapi juga berasal dari kata rojuulah artinya jantan..
Artinya jika kamu laki2 dan "benar2 laki2" maka ke masjid..
Maka para ayah jangan pernah memberikan anak perempuannya ke laki2 yg tidak ke masjid..
Berikutnya Allah Membahas tentang pekerjaan..
Secara fitrah, laki2 yg menjadi pembicaraan di antaranya adalah pekerjaan..
Kalau ibu2 secara fitrah yg dibicarakan anak2nya..
Ini fitrah yg sering kita lawan..
Maka wanita jangan melawan fitrah itu dengan bekerja keluar meninggalkan anak-anaknya.. Fitrah ibu adalah bersama anak2nya.,
🌟Betapa pentingnya memiliki rumah yang menjadi maskana, tempat sakinah, keamanan, ketenangan..
✨Doa Nabi Ibrahim ketika akan meninggalkan Siti Hajar di Mekkah sangat panjang..
Bekal yg dibawa hanya sekantung air dan sekantung kurma..
Tapi yg pertama diminta adalah tempat tinggal keluarganya sebagai tempat yg aman, nyaman, tenang (Rabbanaj'al haadzal balada aamina).. lalu soal aqidah... baru meminta soal rezeki..
Nyaman itu bukan karena luas, AC, listrik dsb..
Nyaman itu letaknya di hati dan tidak bisa dibeli..
✨Di surat At Tahrim, Asiah istri Fir'aun hidup di istana megah tapi tidak merasa aman, tidak nyaman, tidak selamat. Sehingga meminta dibangunkan rumah di surga.. Karena itu yg tidak diperolehnya di dunia..
🏡3 jenis rumah yang Allah jelaskan di Al Qur'an :
1⃣. Negeri Saba'
Baldatun thoyibatun wa rabbun ghafur --> negeri Saba'.. tidak ada hama, wabah penyakit, dsb
Di Al quran dikisahkan kota yg kebun-kebunnya diserang dgn hama tikus. Kebun yg semula menumbuhkan tanaman dan buah2an yg lezat setelah diserang tetap tumbuh tanaman, tetapi buahnya pahit dan tidak bisa dimakan, hanya untuk memandikan mayat..
Negeri yg tadinya subur, makmur, menjadi hancur..
2⃣. Kaum Tsamud
Qs Al Hijr -> Ashabul Hijr adalah kaum Tsamud..
Rumah2nya sangat megah dgn arsitektur luar biasa tetapi Rasulullah pun tidak mengizinkan ummatnya berlama2 di situ karena bekas tempat adzab..
Rumah mereka dulunya aaminiin, aman, temboknya tebal, sulit ditembus, tapi ternyata rumah mereka adalah kuburan mereka. Karena Allah Mengadzab mereka di dalam rumah mereka..
Rumah yg tidak pernah dibacakan Al Quran di dalamnya adalah seperti kuburan..
Rumah yang seperti kuburan adalah rumah yg digemari setan..
Rasulullah bersabda : "Shalat laki2 yg terbaik di rumahnya, kecuali yg wajib".. "Rumah yg dibacakan Al Baqarah, maka setan lari dari rumah tsb"..
Maka, agar rumah kita tidak seperti kuburan dan digemari setan, perbanyak shalat untuk perempuan, shalat sunnah untuk laki2, dan membaca Al Qur'an..
3⃣. Dua rumah binatang yg bertolak belakang
🐞a. Rumah Laba2
"Org2 yg menjadikan wali2 lain slain Allah seperti laba2 yg membuat rumah, dan rumah yg paling lemah adalah rumah laba2 sekiranya mereka tau."
Fakta ilmiah menunjukkan serat sarang laba2 lebih kuat dan lebih lentur dibandingkan sutra.. Makanya binatang yg tertangkap di sarang laba2 susah lepasnya..
Kalau bahannya kuat kenapa Allah menyebutnya rumah paling lemah?
Karena rumah itu oleh laba2 hanya digunakan sebagai jebakan. Rumah isinya hanya untuk saling menjebak, saling menjerat..
"Laba2 yg membuat rumah" di Al Qur'an menggunakan kata ganti perempuan.. Hasil penelitian membuktikan bahwa yg mengeluarkan serat untuk membangun rumah adalah betina..
Sementara di ayat lain, "perempuan bertanggung jawab atas rumah suaminya". Rumah semestinya milik suami, ada qawwamah, perempuan bertanggung jawab memelihara rumah milik suaminya..
Pada laba2, hilangnya qawwamah karena betina yg membuat rumah.. Betina menjadi angkuh luar biasa. Setelah dibuahi, betina berusaha membunuh jantan.. Karena itu setelah membuahi, jantan secepatnya kabur meninggalkan sarang. Jantan hanya bertugas membuahi..
Rumah menjadi lemah bukan karena fisiknya, tapi karena sistemnya.. Lemah karena hubungan antara anggota keluarganya. Laki2 tdk ada tanggung jawab, yg perempuan angkuh seperti Firaun, anak2 saling berkelahi..
Ketika perempuan yg memimpin tinggal menunggu waktu untuk hancur..
Anak laba2 setelah lahir dibungkus bersama2 di kantung yg sempit. Untuk bisa keluar harus saling membunuh. Yg bisa keluar adalah yg berhasil membunuh saudara2nya.
Kalau anak2 kita hanya sibuk berkelahi tentang makanan dan tempat tinggal, harta benda dan warisan, ini seperti anak laba-laba.
Setelah keluar, laba2 betina juga berusaha membunuh anaknya. Karena masa lalunya buruk, maka setelah anak laba2 besar, sesama saudara akan saling berkelahi, kalau betina akan angkuh seperti ibunya, kalau jantan akan tidak bertanggung jawab seperti bapaknya..
Hilangnya qawwamah laki2 menjadi catatan yg sangat penting..
Pelajari qawwamah laki2 di tafsir 4:34.. bekali anak2 kita ttg qawwamah..
33:37 ttg perceraian org mulia, Zaid dan Zainab, akibat hilangnya qawwamah zaid karena jauhnya perbedaan zaid dan zainab..
🐝b. Rumah Lebah
"Ketika Rabbmu memberikan ilham/wahyu kepada lebah untuk membuat sarangnya"..
Ini adalah contoh rumah yg dibangun dgn bimbingan Allah..
Madu yg kita makan adalah sisa persediaan makanan lebah, sisanya saja sgt bermanfaat..
Hasil dari rumah lebah adalah syifaa-u linnas, bermanfaat untuk manusia..
Hasil dari rumah kita, misalnya anak2 kita, harus menjadi sesuatu yg bermanfaat bagi manusia..
Lebah betina, perannya untuk hamil, melahirkan dan menyusui anak-anaknya.
Di Al Qur'an, 3 poin pada ayat ttg perintah anak yg berbakti adalah hamil, melahirkan, menyusui.. bakti anak ditukar dgn 3 hal luar biasa ini.. Ajarkan pada anak2 perempuan kita betapa mulianya aktivitas2 tersebut di dalam rumah mereka..
Sementara pekerjaan mereka di luar rumah, demi Allah bukan itu kemuliaan mereka..
**********
Wallahu a'lam bish shawab.. Mohon maaf atas kekurangannya 🙏
26 Februari 2 tahun yang lalu...
Tanggal ini 2 tahun yg lalu....
Entah kenapa pumping asi utk mencapai 100 ml saja butuh perjuangan di pagi ini.
Biasanya amat lancar...
Alhamdulillah, terkumpul 100 ml. Lalu bergegas berangkat ke RS utk menyerahkan asip utk bayi mungilku, Shidqi (6m13d) yg sedang terbaring sakit di picu Hermina Pasteur. Terpaksa ia minum lewat selang ngt. Masuk dari hidung langsung ke tenggorokan...
Seperti 4 hari sebelumnya..
Menunggu di ruang yg tersedia di depan picu...kalau2 ada perkembangan yg akan diberitahukan pihak RS.
Tak bisa selalu ada di sampingnya...
Hari itu terasa sepii sekali...
Menunggu sendirian..
Makan siang dgn gontai ke kantin di samping gedung RS. Sambil mata ini rasanya ingin terus meneteskan air mata.
Teringat Shidqi...
Juga Dzikri yg hampir 5 hari blm bertemu lagi..
Tapi harus tetap semangat berjuang...
Kembali ke ruang tunggu, meriang rasanya...
Sedikit berbaring di kursi sambil berselimut. Rasanya ingiin sekali ada yg menemani...
Tapi aku tetap berusaha agar asi bisa melimpah lagi, minum berliter2 air dan sari kacang hijau, makan sayuran, beli suplemen dan susu.
Menjelang sore, mulai datang saudara dan kerabat yg ingin menjenguk...
Saat itu aku dipanggil ke dalam ruangan picu.
Biasanya utk memompa asi, tapi ternyata tidak untuk kali ini...
Berkali2 dipanggil utk konsultasi dgn dokter, lalu diinformasikan bahwa kondisi Shidqi menurun..
Harus pasang ventilator utk istirahatkan paru2nya...
Panggilan berikutnya, dokter bilang tidak memungkinkan pasang ventilator...
Dan beliau jg sampaikan akan berusaha sebaik2nya..
Saat itu pemandangan di hadapan adl Shidqi yg sedang dikelilingi suster2, salah seorangnya sedang melakukan pijat jantung padanya...
Tak tahan melihatnya..
Aku pun keluar ruangan..
Menelepon suami di jkt yg ternyata hpnya tak bisa dihubungi..
Pun hp rekan kerjanya tdk diangkat...
Lalu menghubungi tante yg jg dokter anak di RS ini, juga kakak2 utk memberitahu kondisi Shidqi yg sedang kritis...
Saat itu ada sepupu suami yg menemani...
Aku berusaha tenang, meski amat sedih...
Dipanggil kembali ke ruangan, dan kali ini Shidqi ternyata sudah tak bernyawa....
Alhamdulillah ada tante, dan kakak2 yg menemani di dalam ruangan, mendengarkan penjelasan dokter...
Sambil menjelaskan, dokter minta suster terus melakukan pijat jantung.
Aku tahu...
Ia sudah tak terselamatkan lg...
Pikiranku saat itu...
"Ya Allah dia memang milikMu...
Sekarang kembali padaMu..."
Rasanya aku bukan siapa2....
Saat suster melepas semua alat (selang oksigen, kateter, infus yg semula ditangan lalu pindah ke kepala, dan entah apalagi), kuusap dahinya...
"Sudah tidak demam lg ya nak... turun panasmu.. dingin sekarang"
Kuusap dan kugenggam tangannya...
"Sekarang bertambah gemuk ya nak... (meski gemuk karena infus...)"
"Allah swt kabulkan doa bunda..."
"Maafkan bunda ya nak..."
RS menyediakan teh hangat membantu menenangkan hatiku..
Tapi tentu setelah itu masih ada yg harus diurus..
Klg berdatangan ke RS.. paman dan bibi2 yg amat baik dan perhatian..
Dzikri datang bersama buyutnya...
Ah senangnya bisa bertemu lagi..
Kusambut dgn senyum..
Dia seperti malu2...
Masih ceria seperti biasanya. ..
Setelah makan mlm yg dipaksakan...
Pembicaraan berlanjut ke persiapan pemakaman. Mau di mana??
Tanteku yg amat baik hati menawarkan Shidqi dimakamkan di Firdaus Memorial Park.. Entah kenapa katanya beberapa minggu sebelumnya pamanku wakaf di sana dan mendapat kavling pemakaman jg utk keluarga.
Kucoba lg untuk menghubungi suami...
Alhamdulillah bisa...
Yg pertama kukatakan "Shidqi udah dibersihin, mau di RS dulu atau dibawa plg aja ke rmh tante"
Tentu suami bingung dan bertanya2...
Tersadar, aku pun berkata lg "Shidqi udah g ada..."
Suami beristirja lalu menutup telpon..
Malam itu, Shidqi disemayamkan di rumah tante yg dekat dgn RS...
Suami dtg malam hari bersama ayah, ibu mertua, dan adik ipar..
Entah kenapa pumping asi utk mencapai 100 ml saja butuh perjuangan di pagi ini.
Biasanya amat lancar...
Alhamdulillah, terkumpul 100 ml. Lalu bergegas berangkat ke RS utk menyerahkan asip utk bayi mungilku, Shidqi (6m13d) yg sedang terbaring sakit di picu Hermina Pasteur. Terpaksa ia minum lewat selang ngt. Masuk dari hidung langsung ke tenggorokan...
Seperti 4 hari sebelumnya..
Menunggu di ruang yg tersedia di depan picu...kalau2 ada perkembangan yg akan diberitahukan pihak RS.
Tak bisa selalu ada di sampingnya...
Hari itu terasa sepii sekali...
Menunggu sendirian..
Makan siang dgn gontai ke kantin di samping gedung RS. Sambil mata ini rasanya ingin terus meneteskan air mata.
Teringat Shidqi...
Juga Dzikri yg hampir 5 hari blm bertemu lagi..
Tapi harus tetap semangat berjuang...
Kembali ke ruang tunggu, meriang rasanya...
Sedikit berbaring di kursi sambil berselimut. Rasanya ingiin sekali ada yg menemani...
Tapi aku tetap berusaha agar asi bisa melimpah lagi, minum berliter2 air dan sari kacang hijau, makan sayuran, beli suplemen dan susu.
Menjelang sore, mulai datang saudara dan kerabat yg ingin menjenguk...
Saat itu aku dipanggil ke dalam ruangan picu.
Biasanya utk memompa asi, tapi ternyata tidak untuk kali ini...
Berkali2 dipanggil utk konsultasi dgn dokter, lalu diinformasikan bahwa kondisi Shidqi menurun..
Harus pasang ventilator utk istirahatkan paru2nya...
Panggilan berikutnya, dokter bilang tidak memungkinkan pasang ventilator...
Dan beliau jg sampaikan akan berusaha sebaik2nya..
Saat itu pemandangan di hadapan adl Shidqi yg sedang dikelilingi suster2, salah seorangnya sedang melakukan pijat jantung padanya...
Tak tahan melihatnya..
Aku pun keluar ruangan..
Menelepon suami di jkt yg ternyata hpnya tak bisa dihubungi..
Pun hp rekan kerjanya tdk diangkat...
Lalu menghubungi tante yg jg dokter anak di RS ini, juga kakak2 utk memberitahu kondisi Shidqi yg sedang kritis...
Saat itu ada sepupu suami yg menemani...
Aku berusaha tenang, meski amat sedih...
Dipanggil kembali ke ruangan, dan kali ini Shidqi ternyata sudah tak bernyawa....
Alhamdulillah ada tante, dan kakak2 yg menemani di dalam ruangan, mendengarkan penjelasan dokter...
Sambil menjelaskan, dokter minta suster terus melakukan pijat jantung.
Aku tahu...
Ia sudah tak terselamatkan lg...
Pikiranku saat itu...
"Ya Allah dia memang milikMu...
Sekarang kembali padaMu..."
Rasanya aku bukan siapa2....
Saat suster melepas semua alat (selang oksigen, kateter, infus yg semula ditangan lalu pindah ke kepala, dan entah apalagi), kuusap dahinya...
"Sudah tidak demam lg ya nak... turun panasmu.. dingin sekarang"
Kuusap dan kugenggam tangannya...
"Sekarang bertambah gemuk ya nak... (meski gemuk karena infus...)"
"Allah swt kabulkan doa bunda..."
"Maafkan bunda ya nak..."
RS menyediakan teh hangat membantu menenangkan hatiku..
Tapi tentu setelah itu masih ada yg harus diurus..
Klg berdatangan ke RS.. paman dan bibi2 yg amat baik dan perhatian..
Dzikri datang bersama buyutnya...
Ah senangnya bisa bertemu lagi..
Kusambut dgn senyum..
Dia seperti malu2...
Masih ceria seperti biasanya. ..
Setelah makan mlm yg dipaksakan...
Pembicaraan berlanjut ke persiapan pemakaman. Mau di mana??
Tanteku yg amat baik hati menawarkan Shidqi dimakamkan di Firdaus Memorial Park.. Entah kenapa katanya beberapa minggu sebelumnya pamanku wakaf di sana dan mendapat kavling pemakaman jg utk keluarga.
Kucoba lg untuk menghubungi suami...
Alhamdulillah bisa...
Yg pertama kukatakan "Shidqi udah dibersihin, mau di RS dulu atau dibawa plg aja ke rmh tante"
Tentu suami bingung dan bertanya2...
Tersadar, aku pun berkata lg "Shidqi udah g ada..."
Suami beristirja lalu menutup telpon..
Malam itu, Shidqi disemayamkan di rumah tante yg dekat dgn RS...
Suami dtg malam hari bersama ayah, ibu mertua, dan adik ipar..
Langganan:
Postingan (Atom)