![]() | |
| Dzikri angkat tangannya waktu dibacain doa-doa Al-Ma'tsurat |
Sepulang dari rumah sakit, Dzikri banyak menangis.
Ia mulai beradaptasi dengan lingkungan barunya. Lingkungan yang sama sekali
belum dikenalnya. Memang di dalam rahim lebih nyaman, lebih mudah mendapatkan
segalanya, tapi Dzikri harus tumbuh jadi anak yang kuat. Dzikri yang lebih
sering menangis daripada ketika ia masih di rumah sakit, bisa juga sebagai efek
dari kecemasan bunda sebagai ”ibu baru”.
Awal-awal kehidupannya, Dzikri banyak menunjukkan
gerak-gerak refleks. Mulai refleks menghisap, menggenggam, terkejut, muntah,
batuk, maupun menendang. Semuanya adalah cara Dzikri untuk mengenal
lingkungannya. Subhanallah...Alloh swt memang mengukur semuanya dengan
sempurna. Di saat Dzikri mengandalkan air susu ibu untuk kebutuhan
pertumbuhannya, Alloh swt memberinya kemampuan untuk mengisap. Alhamdulilah,
ASI melimpah, bahkan seringkali bengkak sehingga harus diperas supaya tidak
menimbulkan demam pada bunda. Ketika terlanjur bengkak dan sakit, bunda
mengompres dada dengan lap hangat.
Dzikri sudah bisa melihat meskipun jarak
pandangnya belum seperti jarak pandang orang dewasa. Ketika disusui, Dzikri
seringkali diajak mengobrol oleh bunda untuk membangun kelekatan yang baik.
Setiap malam bunda bacakan asmaul husna dan doa-doa.
Ketika usianya beberapa hari, Dzikri mulai
terlihat kuning (jaundice). Sebagai
bunda baru, tentu harus banyak mencari tahu. Berbagai sumber informasi
memberikan wawasan bahwa hal itu wajar pada bayi selama tidak lebih dari 2
minggu. Alhamdulillah setelah dijemur setiap pagi, lambat laun Dzikri tidak
kuning lagi.
Usia 2 minggu Dzikri imunisasi BCG. Dokternya
bilang kalau Dzikri tidak boleh terlalu sering disusui. Dzikri mencret, pup nya
cair dan frekuensinya bab nya sering. Dokternya langsung bilang kalau bundanya
jangan minum kunyit dan jamu-jamuan lainnya. Semenjak itu, bunda Dzikri
berhenti dulu minum jamu gendong dan beralih ke kapsul herbal untuk kesehatan
rahim. Dzikri pun berkurang mencretnya.
Pada awal usianya, Dzikri banyak menghabiskan
waktunya untuk tidur. Rupanya ketika tidur itulah, perkembangan otak
berlangsung pesat. Dokter anak yang menangani Dzikri menyarankan untuk tiduk
mengganggu saat-saat tidurnya. Jadi, tidak perlu disusui setiap 2 jam sekali.
Yah, setiap dokter dengan ilmu dan pengalamannya masing-masing pasti punya
pendapatnya sendiri.
Bayi baru memang seringkali sulit dimengerti.
Dzikri sempat menangis terus tak berhenti sepanjang malam. Kadang-kadang dari
pagi hingga siang. Kolik. Tidak
diketahui apa penyebabnya. Yah..Hanya
bisa bersabar, berusaha menenangkan diri dan menenangkan Dzikri dengan berbagai
cara. Alhamdulillah akhirnya Dzikri bisa tidur juga. Fiuh...betapa tak mudah
menjadi ibu baru.
Sesuai sunnah Rasulullah Saw., Dzikri aqiqah.
Usianya tepat 21 hari. Banyak tamu yang datang memberikan doa untuk Dzikri.
Semoga membawa keberkahan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar