Rabu, 14 September 2011

Dzikri 0-1 Bulan

Dzikri angkat tangannya waktu dibacain doa-doa Al-Ma'tsurat

Sepulang dari rumah sakit, Dzikri banyak menangis. Ia mulai beradaptasi dengan lingkungan barunya. Lingkungan yang sama sekali belum dikenalnya. Memang di dalam rahim lebih nyaman, lebih mudah mendapatkan segalanya, tapi Dzikri harus tumbuh jadi anak yang kuat. Dzikri yang lebih sering menangis daripada ketika ia masih di rumah sakit, bisa juga sebagai efek dari kecemasan bunda sebagai ”ibu baru”.
Awal-awal kehidupannya, Dzikri banyak menunjukkan gerak-gerak refleks. Mulai refleks menghisap, menggenggam, terkejut, muntah, batuk, maupun menendang. Semuanya adalah cara Dzikri untuk mengenal lingkungannya. Subhanallah...Alloh swt memang mengukur semuanya dengan sempurna. Di saat Dzikri mengandalkan air susu ibu untuk kebutuhan pertumbuhannya, Alloh swt memberinya kemampuan untuk mengisap. Alhamdulilah, ASI melimpah, bahkan seringkali bengkak sehingga harus diperas supaya tidak menimbulkan demam pada bunda. Ketika terlanjur bengkak dan sakit, bunda mengompres dada dengan lap hangat.
Dzikri sudah bisa melihat meskipun jarak pandangnya belum seperti jarak pandang orang dewasa. Ketika disusui, Dzikri seringkali diajak mengobrol oleh bunda untuk membangun kelekatan yang baik. Setiap malam bunda bacakan asmaul husna dan doa-doa.
Ketika usianya beberapa hari, Dzikri mulai terlihat kuning (jaundice). Sebagai bunda baru, tentu harus banyak mencari tahu. Berbagai sumber informasi memberikan wawasan bahwa hal itu wajar pada bayi selama tidak lebih dari 2 minggu. Alhamdulillah setelah dijemur setiap pagi, lambat laun Dzikri tidak kuning lagi.
Usia 2 minggu Dzikri imunisasi BCG. Dokternya bilang kalau Dzikri tidak boleh terlalu sering disusui. Dzikri mencret, pup nya cair dan frekuensinya bab nya sering. Dokternya langsung bilang kalau bundanya jangan minum kunyit dan jamu-jamuan lainnya. Semenjak itu, bunda Dzikri berhenti dulu minum jamu gendong dan beralih ke kapsul herbal untuk kesehatan rahim. Dzikri pun berkurang mencretnya.
Pada awal usianya, Dzikri banyak menghabiskan waktunya untuk tidur. Rupanya ketika tidur itulah, perkembangan otak berlangsung pesat. Dokter anak yang menangani Dzikri menyarankan untuk tiduk mengganggu saat-saat tidurnya. Jadi, tidak perlu disusui setiap 2 jam sekali. Yah, setiap dokter dengan ilmu dan pengalamannya masing-masing pasti punya pendapatnya sendiri.
Bayi baru memang seringkali sulit dimengerti. Dzikri sempat menangis terus tak berhenti sepanjang malam. Kadang-kadang dari pagi hingga siang. Kolik. Tidak diketahui apa penyebabnya. Yah..Hanya bisa bersabar, berusaha menenangkan diri dan menenangkan Dzikri dengan berbagai cara. Alhamdulillah akhirnya Dzikri bisa tidur juga. Fiuh...betapa tak mudah menjadi ibu baru.
Sesuai sunnah Rasulullah Saw., Dzikri aqiqah. Usianya tepat 21 hari. Banyak tamu yang datang memberikan doa untuk Dzikri. Semoga membawa keberkahan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar