Jumat, 09 September 2011

Saat kau Terlahir ke Dunia



Pengalaman pertama yang tak terlupakan...
Sejak selasa (8 Desember 2009) dini hari, sudah ada flek dan kontraksi yang tak beraturan. Bunda bawa jalan-jalan ditemani ayah. Ayah berangkat kerja, bunda di kamar terus jalan mondar-mandir tiap kali kontraksi itu muncul. Semakin lama, semakin beraturan. Malam harinya (Pk. 22.00), ayah bawa bunda ke RSB ditemani nenek, kakek dan ma eninmu. Semakin lama, rasa sakitnya semakin menggigit, sungguh, membuat bunda teringat akan dosa. Ketika mengejan, rasanya seperti hampir habis nafas ini.
Alhamdulillah, tepat hari Rabu, 9 Desember 2009 pukul 00.38 Dzikri lahir ke dunia dengan persalinan normal. Berat badanmu 3,1 kg dengan panjang 49 cm. Tangisanmu keras nak namun terhalang lendir-lendir yang masih membungkus pita suaramu. Dengan segera suster-suster mengeluarkan lendir-lendir dengan memasukkan selang ke mulut, lalu ke hidungmu. Semua lendir terhisap selang lalu dibuang, semuanya direkam oleh nenekmu (ma’enin) yang menemani bunda melahirkan. Dzikri kecil mulai menangis lagi... saat itu dokter sedang berkonsentrasi menjahit bekas jalan lahirmu. Tak terasa sakitnya ketika suster meletakkanmu di dada bunda. Itu namanya IMD (Inisiasi Menyusui Dini) yang seharusnya Dzikri mencari-cari puting bunda lalu menghisap kolostrum (susu pertama yang keluar dari payudara bunda) yang sangat baik untuk pertahanan tubuhmu. Um...tapi ternyata Dzikri lebih memilih untuk tidur di dada bunda. Lucunya dirimu nak...
Ketika suster mengangkatmu dari dada bunda, Dzikri langsung menangis.
Di luar, ayah sudah menunggumu. Ayah lantunkan adzan di telingamu dan matamu langsung terbuka, menatap ke arah nenekmu. Dzikri...dzikri...ingat dengan suara itu ya..karena sewaktu di perut bunda, Dzikri sering dengar suara adzan, ikut solat berjamaah, dan tilawah bareng bunda....
Menjelang subuh, bunda baru masuk kamar inap. Dzikri mungkin lagi di inkubator untuk dihangatkan sebentar....
Ayah dan nenek menemani bunda.
Paginya, suster bawa Dzikri untuk bunda susui....
Dzikri pintar, langsung bisa menghisap air susu bunda. Dzikri mungil, bunda bawa keluar untuk dijemur...
           Oya, sebelum disusui, Dzikri digendong ma enin sambil tunggu bunda mandi, keluar dari kamar mandi, bunda langsung sapa Dzikri dan Dzikri langsung mencari-cari suara bunda. Suaranya familiar ya nak....waktu masih di perut, Dzikri sering bunda ajak ngobrol dan dibacain cerita juga asmaul husna. Biasanya Dzikri langsung gerak-gerak di perut bunda.
           Alhamdulillah, betapa bersyukur hamba atas anugerah yang Kau berikan. Amanah ini sungguh berat, tapi semoga Alloh swt selalu membimbing kami. Dzikri lahir tepat di hari anti korupsi sedunia. Semoga kelak ia menjadi anak shalih yang selalu memperjuangkan kebenaran di jalan Alloh. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar