Pengalaman pertama yang tak terlupakan...
Sejak selasa (8 Desember 2009) dini hari, sudah
ada flek dan kontraksi yang tak beraturan. Bunda bawa jalan-jalan ditemani
ayah. Ayah berangkat kerja, bunda di kamar terus jalan mondar-mandir tiap kali
kontraksi itu muncul. Semakin lama, semakin beraturan. Malam harinya (Pk.
22.00), ayah bawa bunda ke RSB ditemani nenek, kakek dan ma eninmu. Semakin lama,
rasa sakitnya semakin menggigit, sungguh, membuat bunda teringat akan dosa. Ketika
mengejan, rasanya seperti hampir habis nafas ini.
Alhamdulillah, tepat hari Rabu, 9 Desember 2009
pukul 00.38 Dzikri lahir ke dunia dengan persalinan normal. Berat badanmu 3,1 kg dengan panjang 49 cm.
Tangisanmu keras nak namun terhalang lendir-lendir yang masih membungkus pita
suaramu. Dengan segera suster-suster mengeluarkan lendir-lendir dengan
memasukkan selang ke mulut, lalu ke hidungmu. Semua lendir terhisap selang lalu
dibuang, semuanya direkam oleh nenekmu (ma’enin) yang menemani bunda
melahirkan. Dzikri kecil mulai menangis lagi... saat itu dokter sedang
berkonsentrasi menjahit bekas jalan lahirmu. Tak terasa sakitnya ketika suster
meletakkanmu di dada bunda. Itu namanya IMD (Inisiasi Menyusui Dini) yang
seharusnya Dzikri mencari-cari puting bunda lalu menghisap kolostrum (susu
pertama yang keluar dari payudara bunda) yang sangat baik untuk pertahanan
tubuhmu. Um...tapi ternyata Dzikri lebih memilih untuk tidur di dada bunda. Lucunya
dirimu nak...
Ketika suster mengangkatmu dari dada bunda, Dzikri
langsung menangis.
Di luar, ayah sudah menunggumu. Ayah lantunkan adzan di telingamu dan
matamu langsung terbuka, menatap ke arah nenekmu. Dzikri...dzikri...ingat
dengan suara itu ya..karena sewaktu di perut bunda, Dzikri sering dengar suara
adzan, ikut solat berjamaah, dan tilawah bareng bunda....
Menjelang subuh, bunda baru masuk kamar inap. Dzikri mungkin lagi di
inkubator untuk dihangatkan sebentar....
Ayah dan nenek menemani bunda.
Paginya, suster bawa Dzikri untuk bunda susui....
Dzikri pintar, langsung bisa menghisap air susu bunda. Dzikri mungil, bunda
bawa keluar untuk dijemur...
Oya, sebelum disusui, Dzikri digendong ma enin
sambil tunggu bunda mandi, keluar dari kamar mandi, bunda langsung sapa Dzikri
dan Dzikri langsung mencari-cari suara bunda. Suaranya familiar ya nak....waktu
masih di perut, Dzikri sering bunda ajak ngobrol dan dibacain cerita juga
asmaul husna. Biasanya Dzikri langsung gerak-gerak di perut bunda.Alhamdulillah, betapa bersyukur hamba atas anugerah yang Kau berikan. Amanah ini sungguh berat, tapi semoga Alloh swt selalu membimbing kami. Dzikri lahir tepat di hari anti korupsi sedunia. Semoga kelak ia menjadi anak shalih yang selalu memperjuangkan kebenaran di jalan Alloh. Amin.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar