Minggu, 08 Januari 2012

Coba Menjadikan Anak Seorang Pecinta Buku

Sejak dalam kandungan, Dzikri sudah dibacakan cerita oleh bundanya. Kadang-kadang, Dzikri merespon dengan menendang-nendang. Setelah lahir, dan menginjak usia 2-3 bulan Dzikri mulai dibacakan lagi cerita dari buku kain. Matanya terlihat antusias melihat gambar-gambar yang ada di buku.
Walaupun orang sekitar berkomentar negatif “emangnya ngarti tu anak?”, tapi kegiatan membacakan buku terus dilakukan….mengingat otak anak yang terus bekerja dan menyerap informasi. Jadi, sebisa mungkin selalu ada yang diberikan pada anak. Bacaan buku, ayat-ayat Al-qur’an, dan kata-kata yang baik.
Setiap kali ke toko buku dan melihat buku yang menarik, seperti kisah nabi untuk balita, dan buku-buku lain yang gambarnya menarik, berwarna-warni, kata-katanya tidak terlalu banyak, dan muatannya bagus, bunda Dzikri semangat tuk beli dan gak sabar untuk bacain ke Dzikri.
Subhanallah…waktu usianya 1 tahun lebih, Dzikri ternyata hafal kisah nabi yusuf…
Ia tahu halaman-halamannya, bahkan kalau dibacakan cerita, maunya Dzikri yang buka halaman demi halamannya…
Sampai sekarang, akhirnya bukan bundanya yang bacain cerita, tapi Dzikri yang selalu minta.
1 buku bisa berulang kali dibaca, kalau sudah bosan, ganti buku lain, terus g ada habisnya….
Senang sih..tapi cape juga….
Kalau dibacain buku, bundanya mesti pake ekspresi, ganti-ganti suara, dan “sok heboh”. Dzikri pun jadi senang dan mau memperhatikan.
Awalnya, waktu dzikri bayi, buku sempet disobek-sobek sama Dzikri, karena rasa ingin tahunya. Tapi bundanya yang sayang sama buku (berhubung belinya bukan pake daun), akhirnya slalu menyelotip bagian yang sobek, sambil kadang-kadang ngomel juga..hehe…
Dzikri  sekarang jadi sayang sama buku, gak disobek2 lagi.
Mudah-mudahan Dzikri kelak jadi pecinta buku n bisa amalin ilmu yang ia dapat dari buku yang ia baca. Buku-buku yang baik tentunya…..
Amin….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar