Jumat, 30 Januari 2015

Warisan Terindah untuk Buah Hati

Resume diskusi Grup 3 HS Muslim Nusantara.
Hari ini tgl 29 Januari 2015. Tema kali ini adalah :

๐Ÿฌ๐Ÿฌ Warisan Terindah Untuk Buah Hati๐Ÿฌ๐Ÿฌ

๐ŸŒฑNarasumber : Ikhsanun Kamil Pratama a.k.a Kang Canun
Moderator : Seruni NQ
Notulensi: Tahmidah Rahmi

๐ŸŒฑDurasi 2 jam
Pkl. 07.00 - 09.00

Berikut saya share cv beliau:

Ikhsanun kamil pratama
Aktivitas : bersama istri dikenal sbagai Romantic-Couple Trainer. Aktivitas rutinnya konselling pernikahan, marriage trainer dan keseimbangan karir-keluarga d bbrp instansi nasional
Penulis buku2 pernikahan National BestSeller, di antarany 'jodoh dunia akhirat'

InsyaAllah rutin berbagi tips membangun pernikahan harmonis di:
Fanslage: romantic couple canun fufu

Assalamualaikum ๐Ÿ˜Š
Perkenalkan saya ikhsanun kamil pratama, biasa dipanggil canun
Aktivitas harian sering menerima konselling pernikahan, dan berbagi ttg pelatihan bagaimana menyeimbangkan karier keluarga di beberapa perusahaan swasta dan BUMN.

Alhamdulillah, bersama istri Allah izinkan saya dan istri berbagi ilmu bersama, kami sudah menulis buku dan masuk national bestseller dlm wkt 1 bln, yg berjudul 'Jodoh Dunia Akhirat'
Apa yg sy share boleh jd bkn sesuati yg baru, mungkin ibu2 sudah mengetahuinya. Hanya saja apa yg saya share saat ini, penting utk mensharekan k ibu2 skalian, krn fakta d lapangan yg saya temui, hal2 sederhana ini SANGAT JARANG dilakukan
Ibu2, ada kabar yg menyedihkan. Tahun 2012, 1 dari 7 pernikahan berakkhir perceraian.

Apakah 6 sisanya berakhir bahagia?

Brp byk dari sisa 6 ini kehidupan pernikahannya hambar? Sudah kering cinta sehingga hanya sekedar jalankan kewajibannya?
Brp byk dari sisa 6 ini yg diwarnai org ketiga didalamnya?
Brp byk dari sisa 6 ini yg memilih sekedar bertahan demi anak?
Memang, perceraian berdampak psikologis pd anak, tp apakah ketidakharmonisan pernikahan tidak berdampak sama sekali ke psikologis anak?

Tahukah Anda? Anak belajar banyak dari pernikahan orangtuanya...

Jika suami istri tak kompak dan lembek, maka anak akan memiliki pendirian yang lemah.

Jika Istri melarang sang anak untuk menonton televisi, dan menyuruh belajar, sedang suami memperbolehkan sang anak untuk belajar sambil nonton TV, maka ketidakkompakan orangtuanya akan membuatnya berpihak pada satu pihak, dan bisa saja menjadi opportunis

Jika suami istri sering berselisih dalam konflik rumahtangga, dan 'menyelesaikannya' dengan pertengkaran, itu akan menjadi pembelajaran bagi anak untuk gunakan kekerasan jika menyelesaikan masalah...

Jika suami istri tidak ramah satu sama lain, anak akan belajar untuk menjadi cuek...

Jika suami istri sering mengumpat satu sama lain, maka anak akan belajar menjadi rendah diri...

Jika suami istri saling menggurui, saling berperan menjadi bos, maka anak akan menjauh dari orangtuanya...

Jika suami istri tegas dan kompak dalam kebaikan, maka anak akan memiliki pendirian yang kuat, mampu bedakan mana benar mana salah...

Jika suami istri saling support dalam hadapi masalah kehidupan, maka anak akan belajar menghargai diri sendiri...

Jika suami istri membangun lingkungan yang bersahabat, maka muncul RESPECT dari anak, tak perlu diminta....

Jika suami istri ringan mulut untuk mengucapkan TERIMA KASIH, maka anak akan belajar menghargai manusia lain...

Jika suami istri ringan mulut untuk mengucapkan MAAF atas ketidaknyamanan yang dirasakan pasangan, anak pun akan belajar bahwa dirinya TIDAK SELALU benar...

Jika suami istri saling terbuka akan keluhan pasangannya dan tiada 'rahasia antara kita', maka anak pun senang untuk terbuka dengan orangtuanya...
Terbuka tentang lawan jenis yang mulai disukai...
Terbuka tentang kapan pertama kali mimpi basah...
Terbuka tentang keinginannya untuk mencicipi rokok...
Terbuka tentang keinginan untuk sesekali bolos...
Sehingga kita bisa lakukan pencegahan dan proteksi anak dari bisikan setan yang lebih jauh lagi...

Maka sebetulnya...
Pernikahan harmonis Anda adalah bekal bagi anak anda...
Pernikahan harmonis Anda adalah kunci bagi pola parenting Anda...
Pernikahan harmonis Anda adalah warisan yang sangat berharga bagi masa depan anak Anda...

Mari ciptakan dan berikan warisan terindah itu untuk anak-anak kita...

Sulit? Memang betul, itulah tandanya bahwa pernikahan harmonis Anda sesungguhnya sangat berharga. :)
Maka hari ini, kita diskusi bersama bagaimana cara membangun surga dlm rumahtangga kita ๐Ÿ˜Š
Yg rasul bilang tentang 'baiti jannati'
Pada dasarnya, semua manusia memiliki kebutuhan fisik dan metafisik
Kebutuhan fisik sperti makan minum tidur, rumah, dana pendidikan, dana lain2, dll. Pokoknya kebutuhan yg bersufat fisik
Sedang manusia jg memiliki kebutuhan metafisik yg mencakup kebutuhan emosional dan spiritual, seperti didengarkan, dicintai, dibimbing, etc...
Nah kebanyakan rumahtangga, kebanyakan pernikahan fokusnya sekedar memenuhi kebutuhan fisik. Tanpa memenuhi kebutuhan metafisik
Maka, dampaknya, suami, istri, anak, tinggal dalam satu rumah yg sama, makan dlm satu meja yg sama, tp masing2 merasa kesepian. They live on same house but they are homeless....
Dan suami yg homeless sangat mudah dirayu setan utk selingkuh, jarang pulang, etc

Istri yg homeless, jrg didengar, akan lebih mudah dirayu utk umbar aib pernikahan d socmed serta selingkuh
Anak yg homeless akan lebih mudah dirayu untuk jatuh ke seks bebas, narkoba, dan hal2 lain yg tak diinginkan
Maka, baiti jannati, surga dunia yg dimaksud disini adalah bagaimana caranya membangun Home dalam House kita. Krn dgn membangun Home, kita sedang menjalankan sebuah pesan Illahi, melindungi keluarga dari api neraka....
=========================================

Termin 1
Mba Nofrida
Bagaimana cara memutus rantai jika ortu tsb adl "korban" dr kondisi rumah tangga ortu yg kurang harmonis?

Jawab:
Pada dasarnya, semua manusia memiliki wadah emosi, yg kita tidak tau ukurannya sebesar apa. Apakah sebesar botol 600 ml, 1.5L, atau seukuran galon, bahkan ada seluas samudera, kita tidak tau itu. Hanya bisa menilai saja
Nah wadah emosi ini seringkali bertambah isinya kalau emosi, baik yg positif maupun yg negatif, tidak dikeluarkan
Bayangkan saja kejadian menyenangkn dalam hidup, misal wisuda atau akad nikah
Saat2 bahagia sperti itu, anda tak diperbolehkan sama sekali utk ekspresikan perasaan anda, bahkan utk senyum pun tidak boleh, rasany nyaman tidak?
Tentu rasanya tidak nyaman. Ini kalau emosi positif dipendam saja, rasanya tidak nyaman. Apalagi kalau emosi negatif yg terpendam? Waah rasanya tidak nyaman sekali, rasanya seluruh badan bergetar menahan itu semua. Wadah emosi sedikit demi sedikit mulai penuh, dan akan ada masa wadah emosi mulai luber, ini adalah kondisi yg sangat sensitif alias mudah marah
Nah, ciri wadah emosi sudah penuh:
Secara fisik, bahu akan terasa berat seperti ada beban yg menimpa. Punggung berat, dada sesak, dan mata cenderung merah dan berkaca2
Karena emosi yg terpendam ini, karena luka hati yg belum tersembuhkan ini, seringkali bagaimana cara kita memperlakukan pasangan dan anak akan SANGAT MIRIP SEKALI atau BERLAWANAN jauh dari cara ortu perlakukan pasangan dan anaknya, kita sndiri salah satunya
Maka, jika luka hati terhadap rumahtangga ortu masih ada, cenderung kita akan mewariskannya pada pasangan dan anak kita, menjadi mata rantai
Nah, karena itu utk memutuskan mata rantainya ini ada 2:
1. cleansing
2. Upgrading
Apa maksudny cleansing, adalah proses emotional healing, proses membersihkan wadah emosi dari sampah2 emosi yg telah mnumpuk bertahun2
Kalau upgrading? Yg ini mksudnya belajar. Belajar ilmu dan SKILL pernikahan. Karena dari sd sampai kuliah, kita hanya dibekali ilmu dan skill untuk memenuhi house tp skill untuk memenuhi home tidak punya. Ketika tidak belajar, maka cara orangtua perlakukan pasangan akan menjadi referensi yg akan kita lakukan di rumahtangga kita
Terus maksudnya skill pernikahan? Ya yg namanya pernikahan tidak bisa hanya sekedar teori. Mirip seperti berenang, tidak bisa cuma belajar tata cara gerak gaya punggung atau gaya dada, tapi harus latihan dikit2, nyemplung tenggelam dulu, dilatih nanti lama2 bisa.
Done ๐Ÿ˜Š


Teh Ana Ummu Hifdzi
Tolong dijelaskan bagaimana cara membangun Home dalam House, apa saja yg mesti dilakukan Kang Canun?
Haturnuhun..

Jawab:
Ada 3 step, bu ana.
1. Cleansing
2. Nurturing
3. Designing

Cleansing penjelasannya seperti di atas. Nurturing, proses ini layaknya api unggun. Api unggun yg membara terbakar besar waktu kita rasakan di perkemahan, kalau didiamkan begitu saja akan lenyap tertelan waktu, mungkin hanya 2 jam tahannya. Ia perlu dipelihara dengan diberi minyak lagi, etc. Nah begitu pula dengan api asmara. Api asmara yg membakar besar saat akad nikah, jika tidak dipelihara akan padam jg. Nurturing adalah proses yg harus dilakukan setiap hari agar api asmara minimal menyala tidak meredup. Minimal loh ya.
Yg paling dasar di nurturing ini adalah kita harus Presence di hadapan pasangan dan anak. Maksudnya presence itu hadir, tidak diganggu dgn gadget, kerjaan rumah, dan kerjaan kantor. Hadir menghangatkan suasana di rumah. Optimalkan ruang keluarga dgn fokus pada masing2 anggota keluarga, bukan dgn tv. Karena kalau fokusnya tv, bukan ruang keluarga, tapi ruang multimedia. Ini dasarnya yg paling dasar
Kmudian designing ini mendesain pernikahan seperti apa yg mau dibangun bersama. Keluarga seperti apa yg mau dibentuk. Bagaimana pembagian perannya, mengingat kebutuhan House tak bisa didelegasikan (kita tidak bisa minta orang lain nafkahi keluarga kita kan?), apalagi kebutuhan Home tak bisa didelegasikan. Ini akan terkait dgn keseimbangan karir-keluarga, boleh long-distance marriage atau tidak

Dan ketiga proses ini, sekali lagi harus dilatih seperti berenang. Tak bisa sekedar teori


Teh Nailah Sa'adah
Bagaimana suami dan istri selaras dalam berumah tangga yg saya tau proses nya tdk mudah ๐Ÿ˜ apalagi background keluarga yg berbeda, dan bagaimana supaya dalam perjalanannya membentuk keluarga samara supaya tetap on the track? O ya, Kang Canun ada email kah kalau bersedia tanya jawab via email, soalnya saya overseas. Terima kasih banyak ๐Ÿ˜Š

Jawab:
Saya punya rahasia bagaimana cara mendapatkan pasangn yg mengerti diri kita 100%, siapa yg mau tauu?
Cara utk men dapagkan psgn yg bs mengerti 100% diri kita adalah: nikah aja sama diri sendiri... ๐Ÿ˜
Gimana toh? Dari awal aja isi kepala beda, kebiasaan beda, pola pikir beda, pola asuh beda. Gimana mau bisa mengerti 100% atuh?
Jadi kalau ada kebelummengertian, ada miskom mah WAJAR
Coba cek, kakak adik yg background keluarganya sama, bisa saling mengerti 100% tidak? Ada berantemnya juga kan?
Karena itu, keharmonisan pernikahan bukan kondisi tiada konflik sama sekali. Tapi bagaimana caranya memanage ketidakcocokan yang ada. Dan ini sekali lagi, butuh LATIHAN, tak bisa sekedar teori, karena bagai berenang
Nah karena sudah beda isi kepala, gimana caranya agar pernikahan tetap on the track? Ini kenapa butuh yg namanya KOMUNIKASI. Inget rumus ini:
Tidak berkomunikasi, berarti berASUMSI
Hati2 kalau sudah berasumsi, seperti surat AnNaas, setan bisa secara halus ikut berbisik2, memanas2i mengompori asumsinya jd suudzon
Setan paling seneng tuh mancing keluarga jadi berantakan. Karena itu, kalau ada praduga dalam kepala, Rasulullah sarankan untuk TABAYYUN
Kalau mau tetap on the track, setiap hari komunikasi itu PENTING utk dijalin
Mirisnya, kemarin di pertemuan HS muslim bandung tgl 25 kemarin, kita berlatih sedikit skill komunikasi. Ternyata, skill mendengarkan saja hmpir 100% pada belum bisa dan belum terbiasa. Harus dikondisikan dulu 30 menit baru pada bisa
Maka mari perbaiki komunikasi kita. Kalau tak komunikasi, hati2 kita sedang berasumsi.
ikhsanun.kamil@yahoo.com08:08
Nunggu balasanny harap bersabar y bu :)


zifora mujahidah villa
Ada org yg abis menikah kemudian cerai terus bilangnya sudah tidak jodoh, apa jodoh ada kadaluarsanya kang?

Termin 2
Mba Putri Ramdhani
Proses cleaning & upgrading tadi kan butuh waktu, dan tidak singkat. Bisa bertahun2. Selama itu kan mungkin anak melihat rumah tangga ortunya tidak ideal.
Bolehkah kita membicarakan hal tersebut ke anak? Dengan bahasa yg bisa dia tangkap? Kadang, ada pasangan yg dia tidak sadar bahwa dia butuh cleansing. Gimana tuh?
Apa efeknya bila anak tau beban orgtuanya? Berapa batasan umur anak utk itu?
Kalau dia bertanya tentang rumah tangga kakek-neneknya bagaimana kah? Ketika dia melihat kakek-neneknya tidak bertegur sapa padahal ada di rumah yg sama?

Jawab:
Tidak juga bu putri. Di workshop cleansing yg saya adakan, cleansingnya hanya perlu waktu sehari.
Cleansing dan upgrading akan sangat lama prosesnya jika sendiri, jika ada yg bimbing insyaAllah jd bisa dipercepat. Fungsi saya sebagai trainer sebagai katalisator proses itu
Dan saya sangat tidak menyarankan ibu cerita sama anak
Jangan berikan anak beban orangtuanya. Jangan perlihatkan ortu sedang berantem di hadapan anak, kecuali memang bertujuan dari awal untuk memberikan pelajaran, memberikan teladan pada anak bagaimana cara problem solving yang baik, dan tentunya ini sudah by design sama suami dulu, tidak spontanitas.
Ya memang bu tidak sadar mah wajar. Wong kita ga liat emosi kok. Boleh jadi, boleh jadi loh ya, kalau kita ga bahas cleansing2an, mungkin kita jg belum ngeuh kalau kita bermasalah
Efekny stress. bisa jadi programming ke otak anak.
Nah kalau kondisi saat ini, masih tinggal dengan ortu, saya sarankan utk pindah, karena 1 negara tapi ada 2 presiden itu membingungkan anak
Jika kondisinya menitipkan anak pada ortu, ortu harus diberikan SOP terlebih dahulu agar penanganan ortu dan yg diberikan kakek nenek selaras. Kalau tidak memungkinkan, sewa profesional seperti daycare
Begitu teh putri ✅


Teh Nofrida
Bagaimana cara efektif untuk melakukan cleansing..tadi belum dijelaskan. Karena di sekitar banyak kasus demikian..

Jawab:
Cara efektif lakukan cleansing ada 3:
menerima kejadiannya, syukuri, dan maafkan pelakunya. Maafkan itu bukan sekedar tempel tangan tapi dada masih sesak. Maafkan itu sampai dada jadi plong


DhielaCasa Art Shop
Tapi kadang kita sendiri tidak tau,sudah memafkan apa belum...๐Ÿ˜.tau2 rasa sakit atau stressnya hilang gitu aja..apa itu berbahaya?

Jawab:
Betul, berbahaya. Karena emosinya tidak dikeluarkan tapi diendapkan dalam wadah emosi sehingga menjadi sampah emosi yg bisa jd bom waktu dalam hubungan pernikahan dan ortu-anak, yg bisa meledak kapan saja


Penutup
Sempurnakan Cinta Anda

Begitu banyak pernikahan baik-baik, suami baik istri baik, saling mencintai satu sama lain, namun seringkali (tak sengaja) saling menyakiti...

Mengapa bisa terjadi?

Lihatlah bahwa...

Begitu banyak istri yang baik-baik…
Namun menceramahi atau mencereweti suami saat lelah pulang kerja…
Maksudnya sih baik, untuk menjadikan suami sebagai tempat curhat…
Menjadikan suami sebagai tempat terpercaya ia mengeluarkan isi hati…
Namun, ia tak tahu bahwa ‘istirahatnya’ suami adalah ‘ditinggalkan sendirian’ dulu sejenak…
Akibatnya, timbul keretakan dalam pernikahan…
Jika terjadi berhari-hari selama bertahun-tahun?
Hmmm...
Menjadi istri yang baik saja TIDAK CUKUP

Begitu banyak suami yang baik-baik…
Ketika istrinya marah akibat kesalahannya, lalu berteriak ‘JAHAT! Tinggalin aku sendiri!!!’, maka sang suami betul-betul meninggalkannya…
Maksudnya sih baik, untuk memberikan istri waktu luang agar bisa menenangkan diri…
Namun ia tak tahu bahwa sebetulnya itu adalah isyarat dari istri, ‘apakah suamiku akan memperjuangkanku lebih lagi?’…
bahwa ketika istri bermasalah, cara mendamaikannya adalah merayunya terus menerus, bukan meninggalkannya…
Akibatnya, timbul keretakan dalam pernikahan…
Jika terjadi berhari-hari selama bertahun-tahun?
Hmmm….
Menjadi suami yang baik saja TIDAK CUKUP

Begitu banyak suami yang baik-baik…
Pergi pagi pulang petang mencari nafkah…
demi anak istri tercinta….
Karier melesat gaji meningkat, menghabiskan waktu berjam-jam di luar….
Merasa sudah berjuang demi keluarga…
Merasa sudah melakukan yang terbaik demi keluarga…
Merasa sudah memenuhi SEGALA kebutuhan anak istri…
Padahal tanpa sadar, ia lupa bahwa anak istrinya adalah manusia…
yang tak hanya memiliki kebutuhan materi, namun juga kebutuhan EMOSI…
Karena tidak tahu, karena tidak sadar, menyusuplah seseorang ‘dari luar sana’…
yang menawarkan bahwa pemenuhan kebutuhan emosi anak istrinya bisa dipenuhi olehnya….
Jika orang ini adalah lawan jenis, apa yang terjadi?
Hmm…
Menjadi suami yang baik saja TIDAK CUKUP

Begitu banyak istri yang baik-baik…
Ketika ada masalah, justru ditekan…
Ketika ada rasa tidak nyaman, justru dipendam…
Maksudnya sih baik, agar suami tidak terganggu…
Namun, ia tidak tahu…
Bahwa emosi layaknya per, jika ditekan terus menerus, lama-lama…..?
Itulah yang sering terjadi pada orang yang ‘diam’, orang yang ‘kalem’…
yang akan ada masa dimana ia akan ‘meledak’
Jika istri yang baik ini selalu ada gejala ‘meledak’ tiap 3 bulan, apa yang terjadi?
Hmmm…
menjadi istri yang baik saja TIDAK CUKUP

Banyak suami baik, banyak istri baik…
sekilas terlihat dari luar, baik-baik saja hubungannya…
Namun beritanya sering mengagetkan,
kok tiba-tiba cerai?
kok tiba-tiba pisah rumah?
yang bisa kita lihat hanya yang ‘tiba-tiba’…
tapi kita tak tahu, apakah pernikahannya ‘terlihat harmonis’ atau ‘BETUL-BETUL HARMONIS’

untuk menjemput pernikahan harmonis, ternyata menjadi baik saja TIDAK CUKUP
‘Ah kalau gitu mending jadi orang jahat saja’. Bukan! Bukan itu…
Menjadi orang baik, adalah modal dasar yang sangat dibutuhkan untuk menjemput pernikahan harmonis…
Namun TIDAK CUKUP…
Menjemput pernikahan harmonis perlu disempurnakan dengan ILMU…

Menjadi orang baik sekedar bermodal ASUMSI, hanya akan membuat prasangka dalam diri bertumbuh begitu subur...

Menjadi orang baik tanpa ilmu, hanya akan membuat lelah ‘menjadi orang baik’ karena tidak tahu caranya…
Tidak tahu bagaimana mengelola emosi dan mengeskpresikannya pada waktu dan tempat yang tepat…
Tidak tahu bagaimana cara menyampaikan ‘nasihat’ tanpa penolakan dari pasangan…
Tidak tahu bagaimana cara meng-install akhlak kepada anak istri…
Tidak tahu bagaimana bentuk bahasa cintanya…
Semuanya hanya akan membuat sang orang baik menjadi LELAH untuk menjadi baik..

Maka, menjemput pernikahan harmonis, cukupkah hanya menjadi orang baik saja?
Ternyata TIDAK CUKUP. Perlu anda sempurnakan sengan perbekalan ILMU & SKILL pernikahan yang memadai

Maka saya mengajak ibu2 sekalian untuk mengupgrade diri dengan mengikuti training 'Create your home' di Bandung, 15 februari 2015 bersama saya dan istri. InsyaAllah, atas izinNya, event ini sudah membantu ratusan pasang pasutri yg terjebak ketidakharmonisan bertahun2 lamanya. Mungkin ini juga bisa jadi jalan ibu2.

Maka, sempurnakanlah cinta Anda...
Sempurnakanlah pernikahan Anda dengan ilmu dan skill
Sekian dari saya
================================

Tidak ada komentar:

Posting Komentar