Kamis, 22 Februari 2018
Menghadapi Anak dengan Usia Hampir 2 Tahun
Alhamdulillaah ya merasakan lagi anak mau memasuki usia dua tahun, inSyaAllah.
Usia eksplorasi yang semakin menjadi, semakin ekspresif, menunjukkan otoritasnya sebagai individu (baca: ga mau dilarang atau diatur untuk hal tertentu), paham berbagai instruksi dan suka menguji coba.
Bersyukur, alhamdulillah hampir mencapai dua tahun meski pernah dirawat dua kali karena sakit. Semoga seterusnya sehat selalu ya.
Bundanya harus berusaha sabar dan menguatkan kesabaran tea.
Bagaimana tidak?
Sekarang anak cantik udah bisa buka kulkas sendiri. Stok bahan makanan dibenahin sama doi. Dipindah2 posisi, bahkan ada yang ditaruh di luar kulkas. Sementara 5 butir putih telur harus merelakan dirinya berserakan di lantai (oke, bunda g jadi bikin kue, haha). Sedangkan teko berisi air es sudah pasrah diobok2.
Oleh karena bunda juga ada kesibukan lain, terutama urus adik bayi, terpaksa itu kulkas dilakban bagian atasnya. Alhasil pas buru2 mau buka kulkas, bunda kerepotan sendiri... Hehehe....
Belum lagi, anak batita ini juga seneng nyuci, ya baju, ya piring, ya dirinya sendiri. Jadi, pintu belakang harus terbiasa ditutup. Khawatir nguprek sendiri, licin soalnya.
Kalau makan juga g mau disuapin, maunya makan sendiri namun berakhir dengan remah2 nasi yang bergelimpangan, seolah remah2 itu berteriak "Ahh... Dia menyia2kanku, aku terserak tak mampu bergerak" (apa sih).
Maka, kalau makan harus ditemani. Bundanya siap dan sigap menjaga agar tak ada yang sia2, biarlah masuk ke perut bunda yang pada akhirnya pun untuk anak2 juga, inSyaAllah.
Sekarang, anak nyaris dua tahun ini juga sudah inisiatif ambil kursi plastik dan menaikinya demi menjangkau benda2 yang terletak di atas.
Tentu sajahh...
Yaa...
Tentu saja pemirsa...
Benda2 yang di atas itu juga harus menguatkan diri karena anak cantik ini akan melemparnya ke bawah.
Di usia ini, anak 22 bulan ini juga sedang belajar berkomunikasi dan berinteraksi. Ia suka berteriak sehingga Bunda harus siap sedia berkata "bicara yang baik ya. Zahira mau apa?". Lalu diajarkan untuk mengutarakan maksudnya sehingga ia bisa mengikuti. Kata favoritnya adalah "g mau".
Sebagai Kakak cilik, alhamdulillah sayang sama adik. Adiknya dibacakan buku, meskipun bukunya terbalik dan suara yang keluar dari mulutnya adalah 'Roarrr...', menirukan suara harimau, hihihi....
Terkadang adiknya disuruh gonta ganti baju, dicarikan yang bagus menurutnya. Kalau nangis diberikannya mainan.
Konflik terjadi ketika ia mau menyusu sementara adiknya belum selesai. Maka sang adik akan ditarik sampai lepas lalu ia berkata "Bismillaah..." (baca doa mau nyusu).
Hobinya akhir2 ini adalah 'menaruh' barang2 di selipan belakang kasur, yang mana sulit untuk mengambilnya kembali. Segala pensil warna, huruf2 scrabble, hingga centong nasi sukses berada di sana (semoga betah yaa di sana, tunggu saja, inSyaAllah nanti kalian diselamatkan, setelah ada bala bantuan yang bisa menggeser kasurnya, hehe).
Kalau bundanya udah mulai kesal, protes sama apa yang dilakukannya, biasanya dia nyengir depan muka bundanya. Terus aja nyengir sampai wajah bundanya kondusif lagi. Hahaha...
MaSyaAllah Naak...
Semoga sabar selalu bundamu ini.
Semoga jadi anak yang shalihah.
Aamiin
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar